KabarBaik.co, Nganjuk – Bupati Nganjuk menegaskan komitmennya untuk memperbaiki infrastruktur jalan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan yang meluas. Dalam rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bersama jajaran OPD, Satlantas, Komunitas Pengemudi Truk, serta pelaku usaha tambang, Selasa (3/3).
Bupati Marhaen menyoroti tiga faktor utama penyebab kerusakan jalan, yakni buruknya sistem drainase, tingginya lalu lintas kendaraan tambang, serta masalah kelebihan muatan (overload).
“Perbaikan jalan ini memakan biaya miliaran, bahkan bisa mencapai Rp 30 hingga Rp 40 miliar. Sangat tidak sebanding jika kita hanya mengejar pendapatan dari tambang yang tidak seberapa, namun harus menanggung biaya perbaikan jalan yang begitu besar akibat muatan berlebih,” tegas Marhaen dalam arahannya di Ruang Rapat Jaya Stamba, Dinas Perhubungan Nganjuk.
Forum yang membahas lalu lintas barang tersebut juga menjadi wadah Bupati untuk mengungkapkan keprihatinannya setelah berdialog langsung dengan para sopir truk yang mengakui sering mengangkut material hingga melebihi kapasitas.
Menurut Marhaen, beban muatan yang tidak terkontrol membuat upaya perbaikan jalan menjadi tidak efektif karena jalan akan kembali rusak dalam waktu singkat.
“Saya minta Dishub dan Satlantas memetakan betul rute truk-truk besar ini. Kita tidak ingin memutus rezeki atau melarang orang berusaha di Nganjuk, tapi tolong, aturan muatan dan rute harus ditaati demi kepentingan umum,” tambahnya saat memberikan instruksi tegas kepada pihak terkait.
Langkah pemetaan ulang rute kendaraan besar diambil agar kendaraan dengan tonase berat tidak lagi melewati ruas jalan yang tidak sesuai dengan kelasnya. Menjelang masa mudik Lebaran, Marhaen juga memerintahkan Dinas PUPR untuk segera menjalankan gerakan “Sapu Bersih Jalan Berlubang”.
“Jangan sampai saudara-saudara kita yang pulang dari perantauan merasa tidak nyaman karena jalanan di Nganjuk rusak. Percepatan program perbaikan harus segera dilakukan sekarang juga,” pungkasnya. (*)







