Jangan Diperas! Mengenal Kesalahpahaman Tentang Keringat saat Anak Demam

oleh -65 Dilihat
Ilustrasi ( Alodokter)

KabarBaik.co- Demam pada anak tentu membuat orang tua khawatir. Salah satu hal yang sering menjadi kebingungan adalah saat anak demam namun berkeringat. Muncul anggapan bahwa anak sudah sembuh atau demamnya justru akan turun drastis jika keringat dibiarkan mengering di tubuh.

Faktanya, berkeringat saat demam adalah hal yang wajar. Ini merupakan mekanisme alami tubuh anak untuk menurunkan suhu badan.

Berikut beberapa kesalahpahaman tentang keringat pada anak demam:

1. Keringat Menandakan Sembuh:

Banyak orang tua beranggapan bahwa jika anak demam dan berkeringat, maka itu tandanya anak sudah sembuh. Faktanya, berkeringat saat demam tidak selalu menunjukkan bahwa anak sudah sembuh. Demam bisa saja naik turun walaupun anak berkeringat.

2. Membiarkan Keringat Mengering Turunkan Demam:

Ada anggapan bahwa dengan membiarkan keringat anak demam mengering di tubuh, demamnya akan turun drastis. Hal ini tidak benar. Membiarkan anak yang berkeringat justru bisa membuat:

  • Ketidaknyamanan: Anak merasa lengket dan tidak nyaman.
  • Iritasi kulit: Keringat yang mengering di kulit dapat menyebabkan iritasi dan ruam.

3. Keringat Dingin Berarti Demam Lebih Parah:

Keringat dingin bukan selalu menandakan demam yang lebih parah. Keringat dingin bisa terjadi karena:

  • Suhu ruangan yang dingin: Jika ruangan tempat anak berada terlalu dingin, anak bisa berkeringat dingin meskipun demamnya tidak parah.
  • Ketakutan atau kecemasan: Anak yang merasa takut atau cemas juga bisa berkeringat dingin.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan saat anak demam dan berkeringat?

Berikut beberapa tips:

  • Biarkan anak mengenakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat. Hal ini membantu anak merasa lebih nyaman dan keringat dapat menguap dengan mudah.
  • Seka keringat anak dengan handuk kecil yang dibasahi air hangat. Hindari menggosok handuk terlalu keras.
  • Pastikan anak tetap terhidrasi dengan cukup minum air putih. Demam dapat menyebabkan dehidrasi, sehingga penting untuk memastikan anak minum air putih yang cukup.
  • Monitor suhu tubuh anak secara berkala. Gunakan termometer untuk memantau suhu tubuh anak secara berkala.
  • Jika demam tidak kunjung turun selama 3 hari atau disertai gejala lain seperti lemas, muntah terus menerus, atau kejang, segera konsultasikan ke dokter.

Dengan memahami proses demam dan keringat pada anak, orang tua bisa mengambil tindakan yang tepat dan membuat anak merasa lebih nyaman. Semoga bermanfaat!

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.