Jangan Tunggu Dewasa, Edukasi Keuangan Anak Harus Dimulai dari Rumah

oleh -565 Dilihat
IMG 20260118 WA0005
Pemahaman tentang uang perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai fondasi penting dalam membentuk pribadi yang bijak secara finansial di masa depan. (Foto: Dani)

KabarBaik.co – Banyak anak di Indonesia masih belum memahami konsep dasar tentang uang. Kondisi ini tak lepas dari minimnya edukasi keuangan di lingkungan keluarga. Sebagian orang tua masih beranggapan bahwa mengenalkan uang sejak dini dapat membuat anak menjadi boros atau bahkan belajar berbohong, sehingga interaksi anak dengan urusan finansial kerap dibatasi.

Pandangan tersebut disayangkan oleh konsultan keuangan asal Surabaya, Nico Talalu. Menurutnya, pemahaman tentang uang justru perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai fondasi penting dalam membentuk pribadi yang bijak secara finansial di masa depan.

“Mengajarkan nilai uang, cara mengelola pengeluaran, menabung, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan tidak akan membuat anak boros. Sebaliknya, ini menjadi bekal penting agar mereka terhindar dari masalah keuangan, termasuk risiko terlilit utang di kemudian hari,” ujar Nico, Minggu (18/1).

Ia menegaskan, edukasi finansial sejak dini membantu anak menginternalisasi rasa tanggung jawab terhadap uang. Dari sana, kebiasaan menabung dan berinvestasi dapat tumbuh secara alami dan berkelanjutan seiring bertambahnya usia.

Nico menjelaskan, orang tua tidak perlu memulai dengan cara yang rumit. Langkah sederhana bisa dilakukan di rumah, seperti memberikan uang sebagai imbalan atas tugas-tugas kecil. Cara ini membantu anak memahami bahwa uang memiliki nilai yang berkaitan dengan usaha dan kerja.

Selain itu, anak juga dapat diajarkan membagi uang ke dalam beberapa pos, seperti untuk belanja, menabung, dan berinvestasi, menggunakan wadah atau celengan terpisah. Metode ini dinilai efektif untuk melatih pengelolaan keuangan sejak dini.

“Orang tua jangan takut membiarkan anak melakukan kesalahan dalam mengatur uang. Justru dari kesalahan itu mereka belajar tentang sebab dan akibat dari setiap keputusan finansial,” tuturnya.

Nico juga mendorong orang tua untuk terbuka dan jujur dalam membicarakan uang kepada anak, termasuk saat menjelaskan mengapa tidak semua keinginan bisa langsung dipenuhi. Edukasi tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan, menurutnya, menjadi kunci penting dalam membangun pola pikir yang sehat terhadap uang.

Tak kalah penting, ia menilai anak perlu dikenalkan dengan konsep pertumbuhan uang, seperti bunga majemuk, agar memahami manfaat menabung dan berinvestasi dalam jangka panjang. Stigma bahwa uang adalah sumber kejahatan pun perlu diluruskan. “Uang hanyalah alat. Yang menentukan baik atau buruknya adalah bagaimana kita menggunakannya,” ujarnya.

Dengan edukasi yang tepat sejak dini, Nico optimistis anak-anak akan tumbuh dengan pola pikir yang lebih positif dan produktif. “Jika kebiasaan ini ditanamkan sejak kecil, anak-anak kita akan tumbuh dengan mindset kaya, bukan sekadar berusaha menghindari kemiskinan,” tambahnya.

Ia pun mengajak para orang tua, pendidik, dan lembaga pendidikan untuk menjadikan edukasi keuangan sebagai bagian dari
“kurikulum rumah”, agar generasi mendatang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dengan percaya diri dan bijaksana. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.