Jatim Penghasil Beras Tertinggi Sejak 2020, Khofifah Tegaskan Siap Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

oleh -664 Dilihat
IMG 20250208 WA0009
Khofifah bersama petani.

KabarBaik.co – Jawa Timur kembali membuktikan posisinya sebagai provinsi penghasil beras tertinggi di Indonesia selama lima tahun berturut-turut, dari 2020 hingga 2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, total produksi beras di Jawa Timur pada 2024 mencapai 5,4 juta ton, menjadikannya kontributor terbesar bagi produksi beras nasional yang mencapai 30,6 juta ton.

Provinsi lain yang juga menjadi sentra produksi beras adalah Jawa Tengah dengan 5,1 juta ton dan Jawa Barat dengan 5 juta ton. Ketiga provinsi ini menyumbang lebih dari 50% total produksi beras nasional.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan, capaian ini tak lepas dari kerja keras para petani dan insan pertanian Jawa Timur dalam meningkatkan produktivitas padi.

“Alhamdulillah, Jawa Timur konsisten menjadi penghasil beras tertinggi secara nasional selama lima tahun berturut-turut. Capaian ini adalah buah dari semangat besar para petani dan insan pertanian Jawa Timur yang terus mendorong produktivitas padi,” ujar Khofifah, Sabtu (8/2).

Khofifah menegaskan bahwa capaian tersebut sejalan dengan semangat swasembada beras yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, pemerintah telah menetapkan target untuk menghentikan impor beras mulai tahun ini.

“Insyaallah, Jawa Timur siap mendukung penuh upaya swasembada pangan nasional, khususnya beras. Saat ini Jatim sudah surplus beras, dan dari data 2024 terdapat 12 provinsi di Indonesia yang juga surplus. Ini menjadi modal penting bagi ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Khofifah mengungkapkan keberhasilan Jawa Timur tidak terlepas dari penggunaan teknologi modern di bidang pertanian, seperti transplanter, traktor modern, dan combine harvester yang mampu mengurangi kehilangan hasil panen. Selain itu, optimalisasi sistem irigasi dan inovasi pertanian juga berperan besar.

Khofifah memastikan bahwa Jawa Timur siap mendukung target Kementerian Pertanian yang menargetkan panen nasional mencapai 32 juta ton pada 2025.

“Luas tanam padi di Jawa Timur akan ditingkatkan menjadi 193.419 hektare pada Maret 2025. Kami optimis untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga beras,” ungkap Khofifah.

Dalam masa kepemimpinan keduanya, Khofifah juga menyiapkan program unggulan untuk mendukung ketahanan pangan melalui inisiatif Jatim Agro. Salah satunya adalah program Youth Agrifuture-Hub yang melibatkan petani muda dari generasi Z dan milenial untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Program lainnya adalah Jatim Agro-Hub atau Lumbung Pangan yang bertujuan memastikan ketersediaan pangan secara berkelanjutan.

Khofifah optimis, dengan sinergi semua pihak, Jawa Timur dapat terus menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia bebas impor beras.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.