Jawa Timur Mantapkan Diri Sebagai Pusat Ekonomi Syariah Nasional

oleh -440 Dilihat
Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono saat menghadiri pembukaan Fesyar Jawa 2024. (Yudha)

KabarBaik.co – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menegaskan komitmen kuat Jawa Timur untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah nasional. Hal ini disampaikannya saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Regional Jawa 2024 dan peluncuran Program Unggulan Festival Syariah Jawa 2024 di halaman Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (13/9).

Adhy mengungkapkan bahwa sejak 2019 Pemprov Jatim telah melakukan berbagai langkah strategis guna mendukung pengembangan ekonomi syariah. Salah satunya adalah peningkatan layanan sertifikasi produk halal.

“Kita memiliki 48 halal center di Jawa Timur dengan 15 ribu pendamping, serta 12 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH),” ujarnya.

Dengan adanya fasilitas tersebut, Jatim berhasil menduduki peringkat ketiga nasional dalam jumlah sertifikasi halal.

“Kami telah membantu penerbitan 364 ribu sertifikasi halal, dan produk halal yang telah tersertifikasi mencapai 822 ribu,” tambah Adhy.

Lebih lanjut, Adhy juga menyoroti pentingnya infrastruktur halal yang telah tersedia di Jatim. Salah satu yang menjadi kebanggaan adalah Kawasan Industri Halal (KIH) di Safe and Lock Sidoarjo. KIH tersebut adalah yang pertama dan terbesar di Indonesia.

“Keberadaan KIH di Sidoarjo semakin memantapkan posisi Jatim sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah nasional,” katanya.

Selain itu, Adhy juga memaparkan pertumbuhan ekonomi syariah di Jatim dari sisi perbankan. Penyaluran pembiayaan perbankan syariah di Jatim tercatat tumbuh signifikan sebesar 12,4 persen year-on-year (YOY) pada Juli 2024. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit umum yang hanya mencapai 4,7 persen.

Jawa Timur juga memiliki potensi besar untuk terus menjadi sentra perkembangan ekonomi syariah. Provinsi ini memiliki populasi penduduk muslim yang mencapai lebih dari 90 persen. Selain itu, terdapat lebih dari 6 ribu pondok pesantren dan 51 ribu masjid yang menjadi fondasi kuat bagi pengembangan ekonomi syariah.

Program unggulan seperti One Pesantren One Product (OPOP) juga menjadi salah satu upaya Pemprov Jatim untuk memberdayakan ekonomi pondok pesantren. Melalui program ini, pesantren di Jatim didorong untuk menghasilkan produk-produk unggulan yang berorientasi halal.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga rutin menggelar pameran produk halal dan kegiatan misi dagang ke berbagai provinsi di Indonesia. Tujuannya, untuk memperluas pasar produk-produk halal asal Jatim sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi syariah daerah ini.

Adhy optimistis, dengan berbagai potensi dan keunggulan yang dimiliki, ekonomi syariah di Jatim akan terus berkembang pesat.

“Ini menjadi titik awal bagi perkembangan ekonomi syariah yang lebih signifikan di masa depan,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.