Jelang Konferwil NU Jatim di Tebuireng, Kiai Marzuki dan Isyarat Tongkat Cicit Syaikhona Kholil

oleh -56 Dilihat
KONFERWIL NU

KabarBaik.co- Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-18 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, kini telah ada titik terang. Agenda untuk memilih rais syuriah, ketua, dan pengurus PWNU baru masa khidmah 2024-2029 itu dijadwalkan pada 2-4 Agustus nanti. Tempatnya, di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang.

Kepastian pelaksanaan Konferwil PWNU Jatim tersebut merupakan hasil keputusan rapat syuriyah PWNU Jatim dan PCNU se-Jatim di Ponpes Lirboyo, Kediri, dua pekan lalu (15/7). Agenda itupun sudah mendapat persetujuan PBNU. Dalam pertemuan Lirboyo itu juga dihadiri Sekjend PBNU Saifullah Yusuf, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif, dan pengurus lain.

Pemilihan Jombang sebagai lokasi Konferwil PWNU Jatim itu bukan tanpa alasan. Kabarnya, hal itu sebagai bagian untuk meneguhkan kembali spirit ke para muassis (pendiri) NU. Di antaranya, Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari (Tebuireng), KH Abdul Wahab Hasbullah (Tambakberas), dan KH Bisri Syansuri (Denanyar).

’’Kita akan kembali ke muassis dan mudah-mudahan mendapatkan petunjuk yang baik untuk mengaktifkan kembali PWNU (Jatim) yang berulangkali ada perpanjangan,” ujar Katib PWNU Jatim KH Romadlon Chotib seperti dikutip dari NU Online (16/7).

Sebagaimana pernah diberitakan, saat ini penjabat ketua PWNU Jatim adalah KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). Pengasuh Ponpes Tebuireng itu menggantikan KH Marzuki Mustamar yang diberhentikan PBNU melalui SK tertanggal 16 Desember 2023. Pencopotan itu sempat mengundang kontroversi panjang di internal NU. Salah satunya dikaitkan dinamika Pilpres 2024.

Lantas, siapa kandidat kuat ketua PWNU Jatim? Informasi yang dihimpun KabarBaik.co, sebetulnya nama KH Marzuki Mustamar disebut-sebut masih memiliki kans cukup besar. Salah satu alasannya, sejak menakhodai PWNU Jatim mulai 2018, ada banyak kemajuan. Gairah beragam program dan kegiatan, terasa semakin hidup dan lebih berwarna. Selain itu, nama KH Marzuki juga masih cukup mengakar di kalangan cabang maupun warga Nahdliyin akar rumput.

Karena itu, belakangan namanya juga masuk dalam bursa bakal calon gubernur Jatim di Pilkada 2024. Dua parpol besar sudah santer menggadang-gadangnya. Yakni, PKB dan PDI Perjuangan. Ada peluang menduetkan KH Marzuki dengan Tri Rismaharini, menteri sosial yang juga mantan Wali Kota Surabaya.

Dari sejumlah survei, nama keduanya dinilai dapat mengimbangi duet petahana Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak. Kiai Marzuki-Risma atau sebaliknya, direpresentasikan sebagai kekuatan religius-nasional yang cocok dengan karakter masyarakat Jatim. Namun, kepastiannya tentu menunggu dinamika politik ke depan.

Selain nama KH Marzuki, calon lain yang disebut-sebut sebagai ’’kuda hitam’’ dalam bursa ketua PWNU Jatim adalah KH Muhammad Makki Nasir, ketua PCNU Bangkalan, Madura.

Lora atau Gus Makki merupakan salah seorang dzuriyah (keturunan) dari Syaikhona Kholil (Mbah Kholil), ulama besar yang banyak melahirkan kiai-kiai dan ulama ternama di Nusantara. Salah seorang di antaranya Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari.

Sejumlah media sudah banyak mengungkap rencana Lora Makki maju dalam Konferwil PWNU Jatim tersebut. Bahkan, cicit Syaikhona Kholil itu dilabarkan sudah bergerak melakukan konsolidasi. Termasuk ke cabang-cabang yang memiliki hak suara. Di kalangan warga NU, selama ini Gus Makki dikenal sebagai kiai berpenampilan kalem. Dalam setiap kesempatan, dia kerap membawa tongkat.

Lora Makki juga terbilang kenyang pengalaman dalam berorganisasi. Termasuk di NU. Sebelum menjabat ketua PCNU Bangkalan sejak 2017, dia juga menjadi wakil ketua PCNU Bangkalan. Jika nanti benar terpilih menjadi nakhoda PWNU Jatim, dia pun terbilang memiliki cukup banyak waktu berkeliling ke daerah-daerah untuk penguatan jamaah dan jamiyah seperti para ketua pendahulunya.

Apakah perjalanan nama KH Marzuki Mustamar dan Lora Makki bakal mulus di ajang Konferwil PWNU Jatim nanti? Bisa jadi tidak. Sebab, untuk bisa menjadi ketua, ada syarat-syarat admininstratif seperti diatur dalam AD/ART, Peraturan Perkumpulan, hingga tata tertib (tatib) pemilihan. ‘’Dalam setiap pemilihan, selalu ada tarik-menarik. Demikian juga dalam Konferwil NU Jatim. Lihat saja tatibnya,’’ ujar sumber. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.