Jelang Ramadan 1447 H, Kapolresta Malang Kota Nyadran ke 31 Makam Korban Kanjuruhan

oleh -59 Dilihat
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, bersama keluarga korban Kanjuruhan saat di TPU Samaan, Kota Malang. (Foto: Humas Polresta Malang Kota)

KabarBaik.co, Malang – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengajak seluruh personel melaksanakan nyadran atau ziarah serentak ke 31 makam korban tragedi Kanjuruhan yang berdomisili di Kota Malang, Kamis (12/2).

Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi dan penghormatan, sekaligus penguatan nilai kemanusiaan serta soliditas jajaran Polresta Malang Kota menjelang bulan penuh berkah. Didampingi Andika Wijaya, orang tua almarhum Daffa Fakhrudin Wijaya (15), Kombes Pol Putu Kholis berziarah ke TPU Kutho Bedah, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing.

Di lokasi, Kapolresta tak hanya memanjatkan doa dan membacakan Yasin, namun juga membersihkan serta mencuci batu nisan almarhum Daffa sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Secara bersamaan, para Pejabat Utama (PJU) dan lima Kapolsek jajaran Polresta Malang Kota juga melakukan ziarah di sejumlah TPU berbeda yang menjadi tempat peristirahatan terakhir korban lainnya.

Momentum nyadran ini dinilai tepat karena bertepatan menjelang Jumat Legi, waktu yang secara kultural kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berziarah. Hal tersebut sekaligus menjadi wujud sinergi antara kepolisian dengan tradisi masyarakat.

“Kegiatan nyadran yang kami lakukan secara serentak ini sebagai refleksi dan penguatan empati kepada keluarga korban. Sejak awal kembali ke Bumi Arema, komitmen kami bahwa Polresta Malang Kota harus menjadi rumah bagi keluarga korban Kanjuruhan,” tegas Kombes Pol Putu Kholis, Kamis (12/2).

Sejak kembali bertugas di Bumi Arema, Kombes Putu Kholis juga diketahui mengenakan pita ban hitam sebagai simbol duka dan penghormatan terhadap para korban tragedi Kanjuruhan. Komitmen tersebut berlanjut melalui berbagai bentuk kepedulian sosial, termasuk santunan dan pendampingan kepada keluarga korban.

Di lokasi berbeda, orang tua almarhumah Nafisatul Mukhoyaroh (24) turut menyampaikan apresiasi atas perhatian Kapolresta Malang Kota. Usai mendampingi Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman berziarah ke TPU Samaan, keluarga korban mengaku merasa dihargai.

“Matur nuwun, sejak masih menjabat di Polres Malang, Pak Putu sudah dekat dengan keluarga korban. Sampai sekarang menjadi Kapolresta Malang Kota, beliau tetap memperhatikan kami. Kami merasa dihargai dan tidak dilupakan,” ungkap Bu Udin.

Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan tidak hanya simbolik, tetapi juga nyata melalui komunikasi, santunan, dan kehadiran moral yang menguatkan keluarga korban. Kegiatan nyadran serentak ini diharapkan menjadi energi positif menjelang Ramadan serta mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Sentuhan kemanusiaan dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kota Malang.

Sebagai informasi, nyadran merupakan tradisi masyarakat Jawa berupa rangkaian pembersihan makam leluhur, tabur bunga, serta kenduri atau selamatan yang dilaksanakan pada bulan Ruwah (Sya’ban) menjelang Ramadan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.