Jurus Pemkab Lamongan Percepat Atasi Kemiskinan, Target 2026 Turun ke 11,95 Persen

oleh -63 Dilihat
1000259086
Wabup Lamongan Dirham Akbar Aksara memimpin rapat percepatan penanganan kemiskinan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kian tancap gas dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan. Melalui Wakil Bupati (Wabup) sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Dirham Akbar Aksara, Pemkab menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program yang semakin tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Komitmen tersebut mengawali tahun 2026 dengan digelarnya Rapat TKPKD Kabupaten Lamongan, Selasa (6/1) lalu, di Ruang Airlangga, Lantai 3 Gedung Pemkab Lamongan. Rapat ini menjadi momentum konsolidasi lintas sektor guna mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kota Soto.

“Pengentasan kemiskinan bukan sekadar menurunkan angka, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan peningkatan kualitas hidup,” tegas Mas Dirham, sapaan akrab Dirham Akbar Aksara.

Menurutnya, percepatan penanggulangan kemiskinan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Upaya Pemkab Lamongan menunjukkan hasil positif. Angka kemiskinan terus melandai dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat sebesar 12,42 persen, turun menjadi 12,16 persen di 2024, dan kembali menurun menjadi 12,03 persen pada 2025.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa program yang dijalankan sudah berada di jalur yang benar. Karena itu, pada 2026 kami menetapkan target angka kemiskinan turun menjadi 11,95 persen,” ujar Mas Dirham optimistis.

Untuk mengaktualisasikan target tersebut, Pemkab Lamongan telah menyiapkan langkah konkret dan terukur. Mulai dari penguatan layanan kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir, penyediaan transportasi rujukan persalinan, peningkatan pelayanan gizi masyarakat, hingga pengelolaan kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, serta penanganan penyakit menular dan tidak menular.

Tak hanya sektor kesehatan, percepatan pengentasan kemiskinan juga diperkuat melalui ketahanan pangan dan perlindungan sosial. Di antaranya penyediaan infrastruktur pangan, edukasi konsumsi pangan beragam, pemanfaatan pekarangan, pemantauan stok pangan pasar, hingga penerbitan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil bagi penderita stunting. Program sosialisasi Gemar Makan Ikan pun terus digencarkan.

Dengan kolaborasi lintas perangkat daerah dan strategi yang semakin terarah, Pemkab Lamongan optimistis percepatan pengentasan kemiskinan bukan sekadar target di atas kertas, melainkan gerak nyata yang dirasakan masyarakat hingga tingkat desa.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.