KabarBaik.co – Musim liburan pada bulan ini, mulai Rabu (8/5) hingga Sabtu (11/5), okupansi atau tingkat hunian homestay dan guest house di Kota Batu naik 100 persen.
Kondisi tersebut berbeda dengan semua hotel. Bahwa, musim libur panjang saat long weekend seperti ini tingkat okupansi di angka 50-60 persen.
Ketua Indonesia Home Stay Association (IHSA) Kota Batu, Natalina mengatakan, dari data yang didapat dari homestay dan guest house bahwa saat ini kondisi kamar penuh.
“Memang konsep antara homestay juga guest house berbeda dengan hotel,” terang Lina, saat berada di Guest House Bata Merah Kota Batu, Sabtu (11/5).
Menurutnya, konsep homestay sendiri selayaknya di tempat tinggal tamu. Di mana, tamu bisa langsung berinteraksi dengan pemilik homestay. Meski, makanan yang disediakan sederhana.
“Tamu yang menginap di homestay atau guest house bisa bebas beraktifitas. Salah satunya berenang, kalau tempat itu memiliki kolam renang. Tetapi, ini berbeda dengan hotel. Manakala ingin fasilitas lain by order atau masih ada tarifnya lagi,” jelasnya.
Lebih dari itu, Lina mengungkapkan, ramainya homestay dan guest house tersebut juga pengaruh destinasi wisata desa milik BUMDes yang kerjasama dengan jasa online untuk meningkatkan penjualan.
“Lokasi homestay atau guest house itu sebagian besar di hamparan pertanian maupun pegunungan. Lalu mengapa banyak tamu yang pindah ke homestay atau guest house. Karena, yang lebih dicari tamu adalah ketenangan di alam bebas,” urainya.
Namun begitu, dari ramainya okupansi homestay dan guest house tersebut. Lina mengakui masih ada pekerjaan rumah yang diperuntukkan bagi tamu yang berkunjung untuk berwisata ke Kota Batu.
“Jadi PR saya ke teman homestay untuk disarankan ke desa wisata. Diedukasi timnya, bercerita kepada tamu tentang potensi alam di Kota Batu ini. Salah satunya, wisata alam Brakseng di bawah kaki gunung Arjuno, Desa Sumberbrantas,” tegasnya.







