Kadin Surabaya dan HIPMI Jalin Kemitraan dengan Kadin Yaman, Fokus Rempah hingga Logistik

oleh -205 Dilihat
IMG 20251025 WA0023
Penandatanganan kerja sama penting ini dilakukan oleh tiga pihak, yakni Ketua Kadin Surabaya, H. Muhammad Ali Affandi LNM; Ketua HIPMI Surabaya, Benny Setiawan Santosa; serta Ketua Kamar Dagang dan Industri Wadi Hadramaut dan Sahara (Yaman), Arif Al-Zubaidi.

KabarBaik.co – Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Yaman memasuki babak baru yang strategis. Sinyal kuat ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surabaya, dengan Kadin Wadi Hadramaut dan Sahara (Yaman). Kesepakatan yang diteken pada Sabtu (25/10) di Kantor Kadin Surabaya ini menjadi langkah konkret dalam mempererat jejaring dagang, investasi, dan pertukaran informasi bisnis antar pelaku usaha kedua negara.

Penandatanganan kerja sama penting ini dilakukan oleh tiga pihak, yakni Ketua Kadin Surabaya, H. Muhammad Ali Affandi LNM; Ketua HIPMI Surabaya, Benny Setiawan Santosa; serta Ketua Kamar Dagang dan Industri Wadi Hadramaut dan Sahara (Yaman), Arif Al-Zubaidi.

Momen bersejarah ini turut disaksikan oleh sejumlah tokoh kunci, termasuk pejabat diplomatik. Mehiman Ahmad Yasin, Pejabat Urusan Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Yaman dan Oman, hadir bersama Dewan Kadin Wadi Hadramaut dan Sahara serta staf KBRI Yaman dan Oman.

Dari sisi tuan rumah, hadir pula Raka Bagus (Wakil Ketua Kadin Surabaya), Anis Assegaf dan Adam Syarief Thamrin (Wakil Ketua dan Sekretaris HIPMI Surabaya), serta M. Ali Irsyad (Kepala Bidang Kerjasama HIPMI Kota Surabaya).

​Kerja sama yang disepakati ini memiliki cakupan yang luas. Tujuannya adalah memperkuat interaksi antar pelaku usaha melalui penyelenggaraan kunjungan dagang timbal balik, forum bisnis virtual, dan pertukaran data sektor perdagangan. Secara lebih spesifik, para pihak berkomitmen membuka jalur komunikasi yang intensif untuk mengidentifikasi dan memperluas peluang ekspor-impor di sektor potensial.

Sektor-sektor yang menjadi fokus antara lain produk pertanian, rempah-rempah—yang secara historis memiliki kaitan erat dengan Hadramaut—hingga pengembangan sektor logistik dan teknologi layanan.

Secara historis, ikatan Yaman, khususnya Hadramaut, dengan Indonesia bukanlah cerita baru. Jauh sebelum kedua negara berdiri, para pedagang dari Hadramaut telah memainkan peran sentral dalam perdagangan maritim di Nusantara, turut membawa pengaruh budaya dan ekonomi. Ikatan kultural inilah yang kini menjadi fondasi kuat bagi pembaruan kemitraan ekonomi di era modern.

​Dalam konteks ekonomi kontemporer, kerja sama ini dinilai sangat relevan. Data UN Comtrade 2024 menunjukkan bahwa nilai ekspor Indonesia ke Yaman mencapai sekitar $135 juta, jauh melampaui impor dari Yaman yang tercatat sekitar $7,1 juta. Meskipun neraca perdagangan saat ini surplus besar bagi Indonesia, angka ini justru mencerminkan potensi pasar yang masih bisa digarap lebih jauh, terutama dalam memasok kebutuhan pokok dan bahan industri.

Di sisi lain, tantangan yang dihadapi Yaman, terutama situasi rekonstruksi pascakonflik, membuka peluang bagi Indonesia untuk berinvestasi jangka panjang. Indonesia, dengan pengalaman pembangunan infrastruktur dan didukung oleh hub logistik seperti Surabaya, diharapkan dapat berperan penting dalam membantu penguatan rantai pasok dan pemulihan ekonomi Yaman melalui kemitraan bisnis yang solid.

Ketua Kadin Surabaya, Muhammad Ali Affandi LNM, menyatakan penandatanganan MoU ini sebagai momentum strategis bagi pengusaha daerah untuk memperluas jaringan internasional. “Surabaya adalah salah satu hub logistik utama di Indonesia Timur. Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka jalur perdagangan baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” ujar Affandi.

Senada dengan Affandi, Ketua Kadin Wadi Hadramaut, Arif Al-Zubaidi, menilai kerja sama ini sebagai jembatan penting untuk meningkatkan kapasitas ekonomi. “Kami melihat Surabaya sebagai mitra potensial karena memiliki infrastruktur pelabuhan yang kuat dan komunitas bisnis yang terbuka terhadap kemitraan global,” ungkap Al-Zubaidi.

Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Surabaya, Benny Setiawan Santosa, menegaskan pentingnya peran pengusaha muda dalam diplomasi ekonomi. “Kerja sama ini bukan hanya soal perdagangan, tapi juga membangun jejaring antar pengusaha muda lintas negara. Kami ingin HIPMI menjadi penggerak kolaborasi ekonomi dalam negeri dan internasional,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, nota kesepahaman ini akan diikuti dengan penyusunan agenda kerja bersama selama dua tahun ke depan, meliputi penyelenggaraan misi dagang, forum investasi, serta program digital matchmaking bagi pelaku usaha. Kemitraan antara Hadramaut dan Surabaya ini diharapkan menjadi model hubungan dagang subnasional yang produktif dan berkelanjutan, serta berkontribusi nyata pada penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Yaman di masa depan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.