KabarBaik.co – Menghadapi cuaca ekstrem, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan di sepanjang jalur rel operasional, terutama pada titik-titik rawan banjir dan longsor.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu perjalanan kereta api di wilayah kerja Daop 9 yang meliputi Kabupaten Pasuruan hingga Banyuwangi.
“Kami telah melakukan pemetaan titik-titik rawan bencana, seperti tebing labil, bantaran sungai, dan daerah lintasan dengan potensi genangan. Tim jalan rel dan jembatan (JJ) serta petugas pemeriksa lintas kami siagakan selama 24 jam,” ujar Cahyo Widiantoro, Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Kamis (3/7).
Menurutnya, ada beberapa titik yang menjadi fokus perhatian di antaranya berada di lintas Jember-Kalibaru-Banyuwangi yang memiliki kontur pegunungan dan tebing curam.
“Di lokasi-lokasi itulah KAI menyiagakan alat berat ringan, karung pasir, hingga alat komunikasi darurat,” katanya.
Selain itu, lanjut Cahyo, Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) juga ditambah dan dijadwalkan lebih intensif saat malam hingga dini hari.
“Selain itu KAI juga menjalin koordinasi aktif dengan BMKG untuk memantau cuaca serta penanganan darurat jika diperlukan,” ungkapnya.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas utama kami. Karena itu, setiap potensi gangguan jalur akibat cuaca buruk harus ditangani sedini mungkin. Jangan sampai kereta tertahan atau bahkan tergelincir akibat jalur tidak aman,” tambah Cahyo.
Dalam semester pertama tahun 2025 ini, Daop 9 Jember mencatat nihil gangguan besar akibat bencana alam.
”Namun kami tetap menyiagakan SOP tanggap darurat yang mencakup penghentian perjalanan sementara bila ditemukan kondisi lintas tidak aman,” katanya.
PT KAI juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di dekat jalur rel, terutama saat hujan deras yang berisiko menyebabkan longsor atau pergeseran tanah. (*)








