Kali Pertama di Era John Herdman, Persebaya Tanpa Wajah di Timnas Senior Indonesia

oleh -617 Dilihat
2603 Naskah Olahraga Fakta Vietnam vs Indonesia 3 e1711434415884
Kiper muda Ernando Ari Sutaryadi.

KabarBaik.co, Surabaya– Sebuah anomali tercipta dalam pengumuman skuad final Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026. Untuk kali pertama dalam sejarah modern, daftar 24 pemain pilihan pelatih baru, John Herdman, resmi dirilis tanpa satu pun nama penggawa dari klub legendaris Jawa Timur, Persebaya Surabaya.

​Absennya wakil Bajul Ijo di skuad Garuda Senior menjadi satu kejutan. Dalam beberapa dekade Persebaya dikenal sebagai “pabrik” pemain timnas. Nyaris tak pernah absen. Namun, di era debut John Herdman ini, tradisi panjang itu resmi terhenti.

Hilangnya representasi Persebaya terasa ganjil mengingat klub ini terbilang pemasok rutin tulang punggung Merah Putih. Sejarah mencatat deretan nama ikonik yang menjadi jaminan mutu saat mereka berseragam hijau.

Era kejayaan 90-an, ada osok Bejo Sugiantoro, karang yang tak tergoyahkan di lini belakang, didampingi sang dirigen lapangan tengah Eri Irianto yang tendangan gledeknya selalu dinanti publik tanah air

Di tembok terakhir di bawah mistar, Indonesia pernah memiliki Hendro Kartiko, kiper legendaris yang kemampuannya diakui Asia saat masih membela Persebaya. Lalu, munculnya talenta seperti Andik Vermansyah, Evan Dimas, hingga bek modern sekelas Rizky Ridho (sebelum hijrah) dan Marselino Ferdinan yang besar di Karanggayam.

Hingga era akhir Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert tahun lalu, nama Ernando Ari adalah wajah yang tak terpisahkan dari skuad Timnas Indonesia. Kini, untuk kali pertama, mata publik tak akan menemukan satu pun logo “Hiu dan Buaya” di daftar panggil resmi tim nasional senior.

​Kontras dengan nasib Persebaya, Persija Jakarta justru mengukuhkan diri sebagai penyumbang pemain terbanyak dari kompetisi domestik dengan mengirimkan 4 pemain utama. Yakni, Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, Jordi Amat, dan Mauro Zijlstra. Dominasi ini disusul oleh Persib Bandung (2 pemain), serta masing-masing satu nama dari Borneo FC, Dewa United, dan Malut United.

Antara Refleks dan Postur

Satu kejutan besar adalah dicoretnya nama Ernando Ari. Berdasarkan data statistik Liga 1 musim 2025/2026, Ernando sebenarnya tampil cukup heroik dengan catatan 78 penyelamatan dan akurasi umpan mencapai 82 persen. Ia adalah salah satu kiper dengan refleks tercepat di tanah air.

Namun, statistik mentereng itu tampaknya menemui jalan lain. Boleh jadi parameter “Command of Area” atau penguasaan bola udara menjadi prtimbangan plus bagi Herdman. Sebut saja, Maarten Paes (191 cm), Emil Audero (192 cm), dan Nadeo Argawinata (187 cm).

​Pada akhirnya, absennya wakil Persebaya mengirimkan pesan kuat bahwa sepak bola di skuad nasional bukan lagi soal representasi daerah atau bagi-bagi jatah klub lokal. Timnas Indonesia kini dan ke depan memang idealnya tentang standar, meritokrasi, dan kesiapan fisik yang absolut.

​Warna hijau mungkin absen di lembar rilis PSSI kali ini. Namun Merah Putih tetap wajib berkibar di SUGBK nanti dengan standar yang mungkin jauh lebih tinggi. Kini, tantangan besar ada di tangan klub-klub lokal untuk kembali membuktikan bahwa talenta mereka masih mampu menembus “tembok baja” standar Eropa yang dipasang sang arsitek. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.