Kampanye Anti-KDRT Warnai CFD Ijen Malang, Film “Suamiku Lukaku” Angkat Kisah Nyata Korban Kekerasan

oleh -154 Dilihat
IMG 20260517 WA0010
Kampanye anti KDRT di CFD Kota Malang. (Foto: P. Priyono) 

KabarBaik.co, Malang – Puluhan perempuan memadati kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, Kota Malang, Minggu (17/5) pagi, dalam aksi kampanye anti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Aksi tersebut sekaligus sebagai promosi film Suamiku Lukaku.

Mereka membawa spanduk dan banner berisi pesan perlindungan perempuan serta ajakan berani berbicara jika mengalami kekerasan di rumah tangga.
Kegiatan tersebut menarik perhatian masyarakat yang tengah menikmati suasana CFD.

Aksi kampanye dikemas dengan nuansa sosial untuk meningkatkan kesadaran publik terkait masih maraknya kasus KDRT di Indonesia. KOL (Key Opinion Leader) film, Wully Agustin mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempromosikan film, tetapi juga memperluas kampanye sosial kepada masyarakat, khususnya perempuan.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk promosi film, tetapi juga untuk memperluas kampanye sosial kepada masyarakat, khususnya perempuan, agar berani berbicara jika mengalami kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Wully.

Menurutnya, kampanye tersebut menjadi gelombang pertama yang dilakukan serentak di lima kota menjelang penayangan film pada 27 Mei 2026 mendatang. Rangkaian promosi berikutnya akan digelar pada 19 Mei 2026 melalui gala premiere di Bioskop Mopic Malang dengan menghadirkan para pemain film.

“Hari ini kami sedang promosi film Suamiku Lukaku. Nanti hari Selasa akan ada artisnya juga dan konvoi bersama pelajar. Film ini juga tayang di Mopic Malang,” katanya.

Wully menjelaskan, kampanye tersebut sengaja melibatkan ibu-ibu hingga single parent sebagai simbol keberanian perempuan dalam menghadapi persoalan rumah tangga.

“Kami mengundang ibu-ibu, seorang single parent, perempuan-perempuan Indonesia yang mungkin bisa menceritakan tentang kehidupan di rumah tangganya, karena judul filmnya Suamiku Lukaku,” jelasnya.

Film garapan sutradara Sharad Sharan ini mengangkat kisah nyata tentang kekerasan dalam rumah tangga yang dialami perempuan. Film tersebut dibintangi Acha Septriasa, Baim Wong, dan Raline Shah.

Cerita film berfokus pada tokoh Amina, seorang istri dan ibu yang tampak hidup bahagia di mata orang lain. Namun di balik kehidupan rumah tangganya, ia menjadi korban KDRT yang dilakukan suaminya, Irfan.

Irfan digambarkan sebagai sosok baik dan dihormati di lingkungan sekitar, tetapi berubah kasar saat berada di rumah. Situasi semakin rumit ketika putri mereka, Nadia, mengalami kondisi kesehatan yang memburuk.

Di tengah penderitaan yang dialaminya, Amina bertemu Zahra, seorang pengacara yang memperjuangkan hak-hak perempuan korban kekerasan. Pertemuan itu menjadi titik balik bagi Amina untuk melawan dan keluar dari lingkaran KDRT demi keselamatan dirinya dan sang anak.

Wully berharap film tersebut dapat membuka kesadaran masyarakat bahwa perempuan berhak hidup tanpa kekerasan dan berani menyuarakan penderitaan yang dialami. “Untuk perempuan Indonesia, kita semua berhak untuk bahagia dan berani berbicara. Karena rumah tangga itu saling mencintai, bukan saling menyakiti,” tandasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.