KabarBaik.co – Kantor Pemkab Kediri lumpuh total pascakerusuhan yang terjadi Sabtu (30/8) malam. Sejumlah bangunan penting, termasuk kantor bupati, DPRD, Museum Bagawanta Bhari, dan Kantor Samsat Katang hangus dilalap api. Beberapa mobil dinas juga ikut dibakar massa.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menegaskan meski kondisi perkantoran porak-poranda, pelayanan publik tetap harus berjalan.
“Yang hancur bukan hanya gedung beserta isinya, tapi juga rumah kedua kami tempat mengambil kebijakan untuk masyarakat. Namun seberat apapun kondisinya, pelayanan publik tidak boleh berhenti,” ujar Mas Dhito saat press release, Minggu (31/8) sore.
Sedikitnya belasan kantor OPD terdampak, di antaranya Ruang Sekda, Bagian Umum, Kesra, Hukum, Organisasi, Renkeu, Bappeda, BKPSDM, hingga Inspektorat. Arsip penting seperti data bantuan ormas, data aset pemkab, dan dokumen kepegawaian diduga ikut hilang terbakar.
Mas Dhito menegaskan, mulai Senin (1/9), seluruh ASN tetap bekerja. OPD yang berhubungan langsung dengan layanan publik akan menempati kantor sementara milik Pemkab Kediri yang masih bisa difungsikan. Sementara OPD non-layanan diperbolehkan bekerja dari rumah.
“Apapun keterbatasannya, aktivitas pemerintahan tidak boleh lumpuh. Terutama pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kediri. Ia mengajak seluruh pihak menjaga kondusifitas agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saya titip, mari kita jaga Kediri bersama. Kalau kita bersatu, saya yakin kejadian ini yang pertama dan terakhir,” tandasnya.
Turut Hadir dalam Press release Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, serta Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama. (*)