KabarBaik.co – Kapal motor KLM Ayta CK2 yang berlayar dari Pelabuhan Bawean, Gresik menuju Pelabuhan Sidayu Lawas, Lamongan, dilaporkan hilang kontak sejak Senin malam (25/8). Hingga kini, keberadaan kapal beserta lima awak di dalamnya belum diketahui.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Sukardi, saat dikonfirmasi Rabu (27/8), membenarkan hal tersebut. “Kami masih melakukan koordinasi dengan Basarnas,” ujarnya.
Menurut laporan yang ia berikan, kapal KLM Ayta CK2 bertolak dari Bawean pada pukul 16.00 WIB dengan tujuan Pelabuhan Sidayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Sekitar 20 mil dari bibir pantai Bawean, kapal tersebut disalip oleh KLM Rajawali pada pukul 19.30 WIB.
Isa, nahkoda KLM Rajawali, menjadi saksi terakhir yang melihat kapal KLM Ayta CK2. Ia menuturkan sempat memberi kode dengan menyalakan lampu senter ke arah kapal, namun tidak ada balasan dari nahkoda Edi Siswanto.
“Saya juga sudah coba memanggil lewat radio, tapi tak ada respon,” kata Isa dalam laporannya.
Adapun lima orang yang berada di kapal tersebut tercatat sebagai korban hilang meliputi Edi Siswanto, 51 tahun selaku nahkoda. Kemudian ABK Supaji 65 tahun, Maki 61 tahun, Bakir 47 tahun, dan
Hakim 48 tahun.
BPBD Gresik dalam laporannya, tengah melakukan koordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik, relawan di Pulau Bawean, BPBD Lamongan, hingga BPBD Tuban untuk memperluas pencarian. Namun hingga berita ini ditulis, kondisi kapal masih dinyatakan hilang kontak.(*)







