KabarBaik.co – Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata mengamati peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Batu. Meski secara angka jumlah kecelakaan lalu lintas di Kota Batu mengalami penurunan dari 250 menjadi 233 kasus, namun tingkat fatalitas justru meningkat.
“Tragedi bus rem blong yang terjadi pada tahun 2024 menjadi perhatian nasional dan menunjukkan perlunya langkah-langkah konkret dalam meningkatkan keselamatan berkendara,” tegas Andi saat apel pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2025 pada 10-23 Februari ini, Senin (10/2).
Menurut Andi, pihaknya telah melakun ramp check sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan, baik terhadap kendaraan besar maupun bus wisata. Bahkan, yang lebih diperhatikan adalah kondisi kendaraan serta kesiapan pengemudi untuk mengurangi potensi kecelakaan akibat rem blong.
“Yang selain itu, konsep pengaturan lalu lintas yang lebih aman akan dikaji, termasuk kemungkinan menyiapkan shelter bagi bus di terminal. Penumpang dapat dijemput dengan kendaraan kecil guna mengurangi kepadatan di Kota Batu, khususnya saat akhir pekan,” jelas Andi.
Andi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait yang telah berkolaborasi dalam melakukan ramp check secara rutin. “Secara pribadi dan mewakili Forkopimda kami mengucapkan terimakasih atas upaya ramp check yang sudah dilakukan secara rutin. hampir setiap minggu ditemukan bus wisata yang tidak memenuhi standar keselamatan,” ungkapnya.
Andi menegaskan bahwa operasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari kemajuan pembangunan nasional sesuai Nawacita, baik dalam hal infrastruktur, sumber daya manusia, maupun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. “Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2025 diharapkan tercipta kondisi lalu lintas yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, serta meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berkendara demi keselamatan bersama,” tegasnya. (*)