KabarBaik.co, Malang – Kapolresta Malang Kota, Putu Kholis Aryana, memberikan penghargaan kepada warga yang berperan aktif membantu pembubaran aksi balap liar di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penguatan kolaborasi antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Penghargaan diberikan menyusul peristiwa viral beberapa waktu lalu, ketika warga bersama komunitas ojek online (ojol) membubarkan aksi balap liar yang meresahkan. Kapolresta Malang Kota menilai aksi cepat masyarakat mampu mencegah potensi kecelakaan serta gangguan keamanan yang lebih besar di kawasan padat aktivitas tersebut.
“Kami memberikan penghargaan atas peran serta warga yang membantu tugas kepolisian. Ini bentuk komitmen bersama dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kholis, Sabtu (28/2).
Selain memberikan apresiasi, pihaknya juga tengah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan adanya sindikasi di balik maraknya balap liar di Kota Malang. “Kami sedang mendalami bagaimana pola dan alur kelompok balap liar ini bisa berjalan. Tujuannya untuk mengurai akar persoalan agar tidak terus berulang,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan investigatif diperlukan untuk memetakan jaringan, pola komunikasi, hingga titik kumpul para pelaku. Dengan demikian, langkah preventif dan preemtif dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan.
Meski mengapresiasi peran masyarakat, Kapolresta mengingatkan agar setiap tindakan tetap mengedepankan keselamatan dan tidak melanggar hukum.
Sementara itu, salah satu warga yang terlibat dalam pembubaran, Andhika Surya, mengungkapkan awalnya situasi berlangsung kondusif tanpa kekerasan.
Namun sekitar 10-15 menit setelah lokasi dinyatakan aman, seorang terduga pelaku kembali memacu kendaraannya dengan suara bising di depan gerai KFC setempat.
Warga dan pengemudi ojol yang berada di lokasi kemudian menghadang, hingga terjadi kerumunan dan aksi pemukulan oleh oknum tak dikenal. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera mengendalikan situasi dan mengevakuasi kendaraan tersebut.
Pasca kejadian, kawasan Suhat dilaporkan steril dari balap liar selama empat hari terakhir. Meski demikian, warga mengakui para pelaku kerap mengubah jam kemunculan untuk menghindari patroli.
Kapolresta memastikan patroli rutin akan terus ditingkatkan sembari menuntaskan penyelidikan dugaan jaringan di balik aksi balap liar tersebut.
“Tujuan kami jelas, menciptakan Kota Malang yang aman dan kondusif. Penindakan tegas kami lakukan, tetapi sinergi dengan masyarakat adalah kunci utama menjaga ketertiban,” tandasnya. (*)









