Karantina Jatim Gagalkan Pengiriman Kuda Pacu di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi

oleh -259 Dilihat
kuda
Petugas Karantina Satpel Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengamankan truk mengangkut enam ekor kuda pacu saat turun dari kapal di Pelabuhan Tanjung Wangi (ANTARA/HO-Karantina Jatim)

KabarBaik.co – Karantina Jatim menggagalkan pengiriman enam ekor kuda pacu tanpa dilengkapi dokumen lengkap asal Kabupaten Lombok Tengah, NTB di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi.

Kepala Karantina Jawa Timur Sokhib mengatakan pengungkapan pengiriman enam ekor kuda pacu ilegal dari Lombok Tengah dan rencana dikirim ke Sumedang, Jawa Barat, ini berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan oleh petugas karantina bersama instansi terkait.

“Petugas kami melakukan pemeriksaan kendaraan truk colt diesel yang dicurigai membawa hewan tanpa dokumen karantina dan dari hasil pemeriksaan ditemukan enam ekor kuda pacu yang ditutup rapat menggunakan terpal untuk mengelabui petugas saat kendaraan turun dari KM Mutiara Sentosa III,” katanya dalam keterangannya diterima di Banyuwangi, Senin.

Sokhib menyampaikan pengungkapan pengiriman kuda pacu ilegal atau tidak dilengkapi sertifikat kesehatan hewan dan dokumen karantina pada Minggu (25/1) malam, itu berpotensi menjadi media pembawa penyakit hewan karantina yang dapat membahayakan kesehatan hewan dan manusia.

Ia menegaskan bahwa praktik penyelundupan hewan merupakan pelanggaran hukum serius yang dapat mengancam keamanan hayati dan kelestarian sumber daya alam Indonesia.

“Setiap orang yang menyelundupkan hewan, ikan, tumbuhan dan lainnya di Indonesia melanggar Pasal 35 ayat (1) huruf a juncto Pasal 88 Undang Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 2 miliar,” ucap Sokhib.

Ia mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar mematuhi ketentuan karantina demi mencegah masuk dan tersebarnya penyakit berbahaya.

“Mari bersama-sama mencegah penyelundupan dan melindungi keamanan hayati serta keutuhan NKRI,” tutur Sokhib. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.