Kasus Baru HIV di Kota Malang Capai 300 Sepanjang 2025, Mayoritas Usia Produktif

oleh -142 Dilihat
IMG 20251206 WA0032
Ilustrasi kasus HIV. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sekitar 300 kasus baru HIV sepanjang 2025. Dengan tambahan tersebut, jumlah penderita aktif kini mencapai sekitar 3.000 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menyebut temuan kasus baru ini relatif stabil, namun tetap menjadi perhatian karena penyebarannya didominasi kelompok usia produktif.

Husnul menjelaskan, sejak awal program pengobatan dijalankan, angka kumulatif penderita HIV di Kota Malang telah mendekati 6.000 orang. Temuan kasus tersebar di layanan rumah sakit serta puskesmas yang menyediakan fasilitas terapi. “Untuk tahun 2025, penemuan HIV barunya sekitar 300-an,” ujarnya, Sabtu (6/12).

Menurut Husnul, sebagian besar pasien berada pada rentang usia 15 hingga 59 tahun. Dinkes menilai kelompok usia produktif menjadi populasi paling terdampak karena aktivitas dan mobilitas tinggi. Penularan terbesar dipengaruhi perubahan gaya hidup, terutama pada kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL). “Faktor paling besar dari perubahan gaya hidup, khususnya LSL,” katanya.

Dari sekitar 3.000 kasus aktif, lanjut Husnul, hanya 30 persen yang merupakan warga Kota Malang. Sisanya, sekitar 70 persen, berasal dari luar daerah, termasuk mahasiswa dan pekerja yang tinggal sementara di Malang. “Ada banyak juga mahasiswa dari luar kota,” tambahnya.

Sebagai upaya pengendalian, Pemkot Malang membuka layanan pemeriksaan dan pendampingan melalui Voluntary Counseling and Testing (VCT) di seluruh puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, layanan Mobile VCT juga digelar secara berkala di sejumlah titik, bekerja sama dengan komunitas.

Husnul mengimbau penyintas HIV menjaga kepatuhan minum obat agar tidak terjadi transmisi baru. “Pengobatan itu seumur hidup, jadi penting menjaga agar tidak menularkan ke orang lain,” ujarnya.

Dinkes Kota Malang juga terus memperkuat edukasi pencegahan melalui kegiatan penyuluhan berjenjang mulai dari tingkat sekolah dasar, perguruan tinggi, hingga komunitas berisiko. “Setiap tahun kami memberikan edukasi, dari pendidikan rendah sampai perguruan tinggi,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.