KabarBaik.co, Batu – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batu mengalami penurunan pada 2025. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat masyarakat lengah, mengingat tren kasus dalam tiga tahun terakhir cenderung berfluktuasi.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, pada 2023 tercatat 129 kasus DBD. Angka tersebut melonjak signifikan pada 2024 menjadi 444 kasus. Sementara pada 2025, jumlah kasus berhasil ditekan menjadi 169 kasus.
Melihat pola tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menilai kewaspadaan kolektif menjadi faktor krusial agar lonjakan seperti pada 2024 tidak kembali terulang. Upaya preventif melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan saat kasus sudah meningkat.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa penurunan kasus pada 2025 patut disyukuri, namun tidak boleh menurunkan kewaspadaan masyarakat. “Penurunan kasus di tahun 2025 patut kita syukuri, tetapi jangan sampai lengah. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) harus menjadi gerakan bersama dan dilakukan rutin dari rumah masing-masing. Kunci keberhasilannya ada pada partisipasi masyarakat,” ujarnya, Senin (16/2).
Menurutnya, pengendalian DBD tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Bahkan, Wali Kota Batu kembali mengingatkan pentingnya penerapan gerakan 3M Plus guna memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.
Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta langkah pencegahan tambahan lainnya.
“Pemkot Batu berharap kesadaran dan konsistensi masyarakat dalam menjalankan 3M Plus dapat menjadi benteng utama mencegah potensi lonjakan kasus DBD pada 2026,” tandasnya. (*)








