Kecam Kasus Keracunan Massal Siswa TK, DPRD Jember: Evaluasi Total dan Cabut Izin SPPG Nakal

oleh -219 Dilihat
Anggota DPRD Jember, David Handoko Seto. (Ist)
Anggota DPRD Jember, David Handoko Seto. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Insiden memilukan menimpa belasan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jember yang diduga mengalami keracunan massal.

Kejadian ini memicu reaksi keras dari jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember yang mendesak adanya investigasi menyeluruh dan sanksi tegas bagi pihak penyedia makanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 18 murid dilaporkan menjadi korban setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh SPPG Mitra Kaliwates 7 yang berlokasi di Jalan Teratai, tepat di belakang Samsat Jember.

Anggota DPRD Jember sekaligus Ketua Fraksi Nasdem, David Handoko Seto menyayangkan adanya kelalaian dalam pengawasan mutu makanan, terlebih program makanan gratis ini menyasar anak-anak usia dini.

“Kami sangat prihatin dan mengecam keras kejadian ini. Kami meminta pemerintah daerah beserta Satgas MBG untuk segera turun tangan melakukan evaluasi total. Jika terbukti ada SPPG yang nakal dan lalai dalam menjaga higienitas, jangan ragu untuk dicabut saja izin operasionalnya,” tegasnya, Kamis (21/5).

David menekankan bahwa program pemberian makan siang gratis yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto ini sebenarnya merupakan program yang sangat baik demi mencetak generasi emas.

Namun, implementasi di lapangan tidak boleh mengorbankan keselamatan nyawa anak-anak demi mengejar keuntungan atau formalitas semata.

“Keselamatan nyawa manusia, khususnya anak-anak kita sebagai penerus bangsa, adalah hal yang jauh lebih utama. Jika insiden seperti ini didiamkan dan dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka impian mewujudkan generasi emas mustahil tercapai. Ini menjadi warning keras bagi seluruh SPPG di Jember, jangan pernah bermain-main dengan kualitas makanan,” tambahnya.

Pihaknya juga mendesak Satgas MBG, pemerintah daerah, dan lembaga berwenang untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi SPPG yang bersangkutan.

“Pemeriksaan menyeluruh harus dilakukan terhadap semua perangkat lembaga, mulai dari pemilik yayasan, kepala SPPG, seluruh karyawan, hingga kelayakan operasional bangunan dan peralatan masak yang digunakan,” katanya.

Adapun lembaga sekolah yang terdampak dari kejadian ini meliputi TK/PAUD Raudlatut Tholibin, TK Hidayatullah Mubtadiin, dan PAUD Aster 29.

David menegaskan bahwa DPRD berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan keselamatan anak-anak di Jember. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.