KabarBaik.co, Sidoarjo– Cuaca di Jatim pada Selasa (5/5) didominasi kondisi berawan sejak pagi hari. Fenomena ini menunjukkan peralihan musim yang belum sepenuhnya menuju kemarau, di mana hujan masih kerap turun di sejumlah daerah.
Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, sebagian besar kabupaten/kota di Jatim mengalami cuaca berawan hingga cerah berawan sepanjang hari. Bahkan, hujan ringan masih berpotensi terjadi terutama di wilayah pegunungan dan selatan seperti Bondowoso, Jember, Pacitan, hingga Malang.
Kondisi ini mengindikasikan adanya fenomena kemarau basah yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Mei. Meski secara kalender sudah memasuki periode kemarau, intensitas hujan masih cukup sering terjadi dengan kelembapan udara relatif tinggi, berkisar antara 50 hingga 98 persen.
Suhu udara di Jatim juga terpantau berada di kisaran 21 hingga 33 derajat Celsius, dengan kecepatan angin rata-rata 2 hingga 15 km/jam yang didominasi dari arah timur hingga tenggara. Wilayah perkotaan seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik cenderung mengalami cuaca berawan pada pagi hingga siang hari sebelum berangsur cerah berawan di sore hari.
BMKG memprediksi kondisi kemarau basah ini terjadi sebelum munculnya fenomena El Nino yang disebut-sebut akan cukup kuat pada musim kemarau tahun ini. Fenomena tersebut berpotensi membawa dampak cuaca yang lebih kering dan panas pada periode selanjutnya.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu, terutama bagi aktivitas luar ruangan. Selain itu, potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah juga dapat memicu genangan maupun gangguan aktivitas harian. (*)






