KabarBaik.co, Sidoarjo — Musim kemarau mulai terasa berada di puncaknya. Terik matahari diprakirakan menyinari hampir seluruh wilayah Jatim sejak pagi, Kamis (27/8).
Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, cuaca Jatim pada pagi hari didominasi cerah dengan peluang udara kabur. Kondisi cerah berlanjut pada siang hingga sore hari, meski terdapat peluang berawan tebal di sejumlah wilayah.
Memasuki malam hingga dini hari, cuaca diprakirakan tetap cerah dengan peluang udara kabur. Suhu udara berkisar 6 hingga 36 derajat Celsius, kelembapan 33–100 persen, dengan angin dari timur laut berkecepatan 5–36 kilometer per jam. Teriknya matahari membuat vegetasi dan pepohonan semakin kering sehingga berpotensi memicu kebakaran lahan.
Berbeda dengan kondisi di daratan, masyarakat yang beraktivitas di perairan Jawa Timur juga perlu meningkatkan kewaspadaan. BMKG Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku pada 27–30 Agustus 2026.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Bawean bagian utara dan selatan, Perairan Masalembu, Perairan Utara Bangkalan, Perairan Utara Sampang, Perairan Kepulauan Kangean bagian utara dan selatan, serta Perairan Gresik bagian utara.
Sementara itu, gelombang lebih tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Jember, Pacitan, Trenggalek, Blitar, Malang, Lumajang, Tulungagung hingga Banyuwangi.
Kondisi gelombang tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran. BMKG mengingatkan perahu nelayan untuk mewaspadai angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang perlu mewaspadai angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal ferry berisiko saat angin mencapai 21 knot dengan gelombang 2,5 meter.
Nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Peringatan gelombang tinggi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi pelayaran di wilayah perairan selatan Jawa Timur yang berpotensi mengalami gelombang hingga 4 meter. (*)








