Kemensos Kirim 48 Ton Beras, Wamensos Turun Langsung ke NTT

oleh -104 Dilihat
IMG 20260815 WA0046
Kondisi salah satu rumah yang rusak akibat gempa di NTT. (Foto: Kemensos)

KabarBaik.co, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan 48 ton beras untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada saat yang sama, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono juga berangkat ke lokasi becana untuk memperkuat penanganan sosial dan memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan.

Menteri Sosial (Menso) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, seluruh jajaran Kemensos telah bergerak sejak gempa mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) pagi. Selain beras, Kemensos telah menggerakkan berbagai logistik kebencanaan dengan nilai awal sekitar Rp 4,52 miliar.

“Kita kirim 48 ton beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Pak Wamen Agus Jabo juga berangkat ke NTT untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, bantuan sampai kepada masyarakat, dan kebutuhan-kebutuhan yang masih kurang segera kita penuhi,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, kehadiran Wamensos di lokasi diperlukan untuk memperkuat koordinasi terkait penyaluran bantuan. Kemensos juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Tagana, BPBD, Basarnas, TNI-Polri, serta unsur lain yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Sekarang yang paling utama adalah menyelamatkan dan melindungi warga. Pastikan pengungsi mendapatkan tempat yang aman, makanan tersedia, kelompok rentan terlayani, dan pendataan korban dilakukan secepat mungkin tetapi tetap akurat,” ujarnya.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Episenter gempa berada di laut sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum kemudian mengakhirinya pada pukul 07.41 WIB. Gempa juga diikuti sejumlah gempa susulan.

Berdasarkan laporan sementara yang diterima Kemensos hingga Sabtu pukul 15.40 WIB, sekitar 2.000 jiwa terdampak. Jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan. Data sementara mencatat 38 orang meninggal dunia, terdiri atas 16 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, satu orang di Manggarai Barat, dan tiga orang di Sikka. Selain itu, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka dan dua orang masih dilaporkan tertimbun.

Kemensos menegaskan seluruh data tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. “Saya minta tim jangan hanya cepat, tetapi juga teliti. Data korban meninggal, luka, pengungsi, maupun kerusakan rumah harus terus diverifikasi. Dari data itulah kita menentukan intervensi berikutnya, termasuk santunan bagi ahli waris korban meninggal,” kata Gus Ipul.

Wilayah yang dilaporkan terdampak antara lain Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Ende, serta sejumlah wilayah lain di NTT. Selain tambahan 48 ton beras reguler, Kemensos telah menggerakkan logistik kebencanaan dari sejumlah gudang dengan total nilai sekitar Rp 4,518 miliar.

Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai Rp 1,015 miliar bergerak menuju Kabupaten Nagekeo. Bantuan terdiri antara lain atas velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, kids ware, dan tenda serbaguna. Dari Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, bantuan sekitar Rp 541,6 juta digerakkan menuju Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur berupa tenda keluarga, velbed, kasur, serta tenda serbaguna.

Sementara dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi, dua paket bantuan dengan total nilai hampir Rp 3 miliar sedang dalam proses pengiriman menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang. Bantuan tersebut antara lain terdiri atas 6.000 paket makanan siap saji, tenda gulung, tenda keluarga, tenda serbaguna, tenda induk, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.

“Prinsipnya, stok yang ada paling dekat dengan lokasi langsung kita gerakkan. Dari pusat kita tambah lagi. Jadi bantuan tidak menunggu satu jalur. Semua sumber daya kita mobilisasi untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” ujar Gus Ipul.

Kemensos juga telah menurunkan Tagana dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) untuk membantu asesmen, evakuasi, pendataan korban, pendirian tenda darurat, serta pelayanan kebutuhan dasar masyarakat. Sejumlah titik pengungsian sementara dilaporkan berada di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng. Tim gabungan masih terus melakukan pendataan jumlah warga yang bertahan di pengungsian setelah peringatan tsunami dicabut.

Wamensos akan memantau langsung berbagai kebutuhan tersebut sekaligus membawa arahan Mensos agar penanganan tidak hanya berfokus pada fase kedaruratan, tetapi juga menyiapkan kebutuhan lanjutan bagi keluarga terdampak. “Pak Wamen akan melihat langsung apa yang masih dibutuhkan. Kalau ada kekurangan logistik, kita tambah. Kalau diperlukan penguatan dapur umum atau tempat pengungsian, kita dukung. Negara harus hadir secepat mungkin ketika masyarakat menghadapi situasi seperti ini,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan, tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan sebelum dinyatakan aman, serta mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG. “Keselamatan masyarakat yang utama. Kemensos akan terus bekerja bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait sampai kondisi masyarakat terdampak benar-benar tertangani,” kata dia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.