KabarBaik.co- Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan RI Hasan Nasbi, terus menjadi ’’bulan-bulanan’’ media. Baik media pers maupun media sosial. Ini terjadi setelah Hasan merespons teror kepala babi ke media nasional Tempo dengan kalimat ’’dimasak aja’’.
Mereka yang prihatin dan mengecam pernyataan Hasan dari banyak tokoh dan beragam kalangan. Sejauh ini, belum terdengar permintaan maaf. Apakah ke media Tempo atau masyarakat selaku pejabat negara. Baik itu melalui akun medsos atau langsung terbuka. Hasan yang dilantik Presiden ke-7 Joko Widodo itu hanya memberikan klarifikasi atas pernyataan teror kepala babi ‘’dimasak aja.’’
Di tengah menjadi sorotan dan isu nasional tersebut, melalui akun Instagram (IG) miliknya, Sabtu (22/3) malam Hasan mengunggah narasi seperti sebuah sajak. Berikut kalimat unggahannya: Ketika dunia ini simulakra, Dan kabur batas2 mana kenyataan dan mana tontonan, Saat tontonan dan drama picisan mengklaim diri sebagai kenyataan,
Dan saat kenyataan dianggap tak lebih dari sebuah tontonan, Dunia memang mengecil sebatas dalam genggaman, Dan jari2 bisa berbuat kejahatan bahkan dari kejauhan, Mengumbar kebohongan, kebencian dan drama picisan tanpa sama sekali ada saringan, Tapi kita tidak boleh berhenti melawan anasir akal2an, Karena Indonesia emas harus jadi kenyataan, Dan semua itu butuh kerukunan serta persatuan.
Unggahan tersebut disertai foto Ketika Hasan dikerumuni wartawan dalam sebuah kesempatan wawancara. Suasana gelap. Bisa jadi karena malam. Hasan tampak mengenakan baju putih. Berkacamata. Unggahan itu diberi backsound lagu menyentuh: We will not go down (Kami tidak akan turun) yang dinyanyikan Michael Heart.
Sampai Minggu (23/3) siang, pukul 12.30 WIB, unggahan Hasan itu mendapat sebanyak 1.580 like dan diserbu sebanyak 2.456 komentar. Mayoritas komentarnya memberikan respons negatif. Bahkan, tak sedikit yang mengecaman dengan kalimat keras.
Jejak Hasan Nasbi
Hasan dilantik Jokowi menjadi kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan di Istana Negara, Jakarta, 19 Agustus 2024. Pelantikan itu juga dihadiri sejumlah pejabat negara. Pengangkatan Hasan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 93P Tahun 2024.
Dalam video YouTube, setelah Keppres dibacakan, Jokowi memandu Hasan untuk membacakan sumpah jabatan. “Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. Serta akan menjalankan segala peraturan perundangan-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tangung jawab,” kata Hasan.
Diketahui, Kantor Komunikasi Kepresidenan merupakan lembaga baru bentukan Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2024 tentang pembentukan Kantor Komunikasi Presiden.
Dari berbagai sumber dan media, sebelum menjadi kepala juru bicara istana itu, Hasan merupakan seorang pengamat dan konsultan politik asal Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia kelahiran 1979. Hasan disebut-sebut memiliki garis keturunan dengan almarhum Buya Prof KH Syafii Maarif (mantan ketua umum PP Muhammadiyah).
Hasan mengenyam pendidikan sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI). Ia juga pernah menjadi wartawan pada 2005-2006. Pada 2006-2008, Hasan bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik UI. Lalu, mendirikan Lembaga Survei Cyrus Network.
Nama Hasan mulai dikenal ketika menjadi konsultan politik Jokowi pada 2012. Kala itu, Hasan sukses membantu mengantarkan Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Nama Hasan juga sempat menjadi perbincangan karena ia menjadi inisiator berdirinya Teman Ahok, organisasi relawan Ahok di Pilkada Jakarta 2017.
Pada Pilpres 2024 lali, Hasan juga menjadi juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, menjadi anggota Gugus Tugas Sinkronisasi Bidang Komunikasi untuk tim kampanye Prabowo-Gibran.
Jelang perhelatan Pilpres 2024, Hasan pernah memicu debat panas di media sosial soal nasib Anies Baswedan di Pilpres 2024. Hasan membuat pernyataan provokatif bahwa Anies tidak akan berhasil sengaia calon presiden. Bahkan, atas pernyataannya itu, Hasan berani bertaruh mobil Alphard. Ternyata, Anies benar-benar dapat melenggang menjadi salah satu peserta Pilpres 2024.
Jumlah Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang telah disetorkan kepada KPK, 9 Desember 2024, Hasan memiliki jumlah harta mencapai berjumlah Rp 41,34 miliar. Perinciannya antara lain harta dan bangunan senilai Rp 13,97 miliar.
Beberapa aset tanah dan bangunan milik Hasan di antaranya terdapat di Bekasi dengan luas 240 m2/200 m2 dengan nilai sekitar Rp 2,67 miliar. Adapun kendaraan yang dimiliki Hasan adalah BMW X5 Tahun 2022, Honda HRV tahun 2022, Toyota HiAce tahun 2018, Mini Cooper S HATCH A/T Tahun 2022, Mercedes-Benz G 63 AT Tahun 2023, dan satu motor Honda Beat tahun 2021.
Enam alat transportasi dan mesin milik Hasan jika ditotal nilainya berkisar Rp 9,51 miliar. Yang paling mahal adalah Mercedes-Benz G 63 dengan mencapai Rp 6,7 miliar.
Dalam LHKPN tersebut, Hasan juga memiliki kas dan setara kas dengan total Rp 17,69 miliar dan harta lainnya sejumlah Rp 735 juta. Namun, ia juga memiliki utang piutang sebesar Rp 575,74 juta. (*)






