Ketegangan Saat Sosialisasi Parkir Digital: Paguyuban Jukir Surabaya Sebut Ada Provokasi, Bukan Pengeroyokan

oleh -841 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 07 at 7.47.37 PM
Ketua PJS Izul Fikri saat berdialog dengan Kadishub kota Surabaya (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya– Area parkir di kawasan Manyar Kertoarjo, Surabaya, mendadak tegang pada Selasa pagi (7/4) sekitar pukul 08.00 WIB. Ketegangan dipicu oleh kedatangan puluhan personel dari Polrestabes Surabaya, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga unit Provost yang memenuhi lokasi saat para juru parkir (jukir) hendak mulai bekerja.

Ketua Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS), Izul Fikri, mengklarifikasi bahwa situasi sempat memanas akibat minimnya sosialisasi dari pihak Dishub terkait agenda pembuatan rekening tabungan bagi para jukir.

“Jukir kaget melihat area kerjanya dipenuhi aparat. Muncul kekhawatiran area tersebut akan diambil alih sepihak oleh Dishub, merujuk pada isu penggantian 600 titik parkir sebelumnya. Sosialisasi Dishub tidak beres, sehingga muncul kepanikan di lapangan,” ujar Izul Fikri saat memberikan keterangan.

Izul menjelaskan bahwa ketegangan awal terjadi karena perbedaan pendekatan. Menurutnya, Dishub datang dengan membawa pengawalan ketat aparat, yang justru menciptakan kesan intimidasi bagi warga (jukir). Namun, situasi berangsur kondusif setelah pihak PJS turun tangan melakukan pendekatan ‘hati ke hati’.

“Hasilnya jelas, ada tujuh jukir yang akhirnya patuh dan langsung mengurus buku tabungan. Ini bukti kami tidak menolak program, tapi caranya yang salah. Begitu urusan administrasi selesai, pihak Dishub meninggalkan lokasi,” tambahnya.

Tepis Isu Provokasi dari Jukir

Terkait dugaan insiden fisik atau pengeroyokan yang beredar, Izul dengan tegas membantah bahwa anggotanya yang memulai keributan. Ia menyebut ada pihak luar (bukan aparat penegak hukum) yang datang ke lokasi dan melakukan provokasi terhadap para jukir.

“Tidak ada teriakan provokasi dari kami. Justru orang ini yang terus maju meski sudah diminta menjauh. Dia bukan aparat, tujuannya apa ke sana kalau bukan memprovokasi? Kami punya bukti video dari Viral for Justice untuk meluruskan siapa yang sebenarnya memancing keributan,” tegas Izul.

Soroti Kelalaian Dishub

Selain masalah di lapangan, Izul juga mengkritik balik kinerja Dishub Surabaya terkait perlengkapan jukir. Ia menekankan bahwa banyaknya jukir yang tidak memakai rompi atau tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) bukanlah kesalahan personel jukir, melainkan kelalaian dinas terkait.

“Jukir tidak berompi itu bukan dosa jukir, tapi kewajiban Dishub yang tidak ditunaikan. Begitu juga KTA, di satu titik ada 2-3 jukir, tapi Dishub cuma terbitkan satu KTA. Harusnya jumlah KTA sesuai dengan jumlah jukir yang ada di lokasi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Surabaya belum memberikan keterangan resmi terkait insiden di Manyar Kertoarjo tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.