Khalisa Azilia: Ultah di Laga Penentu Nasib, Antara Tiup Lilin dan Tiket Final Four Proliga 2026

oleh -72 Dilihat
IMG 20260301 081548

KabarBaik.co, Sentul — Di kalender yang menempel di dinding kamarnya, tanggal 1 Maret mungkin dilingkari dengan spidol merah. Pasti sudah diingatnya. Bukan karena berencana menggelar pesta besar untuk ulang tahunnya yang ke-27, tapi karena ia tahu bahwa di tanggal itulah nasib Jakarta Electric PLN Mobile di Proliga 2026 akan ditentukan.

​Kebetulan takdir mempertemukan hari kelahirannya dengan jadwal laga pemungkas babak reguler. Bersejarah karena mungkin momen seperti ini tidak terulang kembali. Tentu tidak ada tumpeng besar yang disiapkan khusus. Tapi, bisa jadi, ada tiup lilin di tengah sambutan rekan setim. Istimewa karena latarnya GOR Padepokan Voli Sentul yang akan dipenuhi ribuan pasang mata, sorak-sorai yang memekakkan telinga, dan satu bola voli yang harus didistribusikan dengan tepat ke tangan para bintang seperti Neriman Ozsoy dan Celeste Plak.

​Pukul 20.30 WIB nanti, saat jarum jam melambat bergerak menuju pergantian hari, Khalisa Azilia Rahma akan berdiri di tengah lapangan. Lawannya: Jakarta Livin Mandiri, tim dengan rekor identik enam menang dan lima kalah, sama-sama mengoleksi 18 poin. Hanya rasio set yang membuat Electric PLN sedikit di atas angin. Satu kemenangan akan mengantar ke final four bergabung dengan Gresik Phonska Plus, Pertamina Enduro, dan Popsivo Polwan. Satu kekalahan? Pulang lebih awal, menonton sisa musim dari layar kaca atau refreshing dengan menonton ke GOR langsung nantinya.

​Ini bukan kado ulang tahun yang ia pilih. Ini lebih seperti ujian yang kebetulan jatuh di hari spesialnya. Lahir pada 1 Maret 1999, Khalisa tumbuh sebagai gadis biasa di Gresik, kota industri yang sunyi, jauh dari gemerlap. Oca, panggilannya, jatuh cinta pada olahraga ini secara tidak sengaja. Sering melihat kakaknya berlatih di klub lokal, lalu ikut-ikutan memegang bola. Tak pernah terbayang bahwa kelak si kulit bundar akan membawanya sejauh ini.

​Alumni SMAN 1 Kebomas itu kemudian merintis karier dari bawah. Timnas U-19 Indonesia (2016), debut Proliga bersama Jakarta BNI46 (2018/2019), Gresik Petrokimia, Bandung BJB Tandamata (2023–2024), hingga akhirnya bergabung dengan Electric PLN pada November 2025. Tinggi 181 cm dengan berat 71 kg memberinya keunggulan fisik sebagai setter andalan. Reach panjang untuk distribusi akurat, kemampuan blok parsial yang tangguh.

​Tapi yang membuatnya istimewa adalah keputusan tak terduga lainnya: kuliah psikologi di Universitas Surabaya (Ubaya) di tengah padatnya jadwal latihan. Dalam sebuah wawancara dengan awak media Februari 2022, Oca mengakui beratnya membagi waktu. Puncaknya, ia memilih rehat sepanjang 2023 demi menyelesaikan skripsi, sebuah pengorbanan langka di usianya. Saat wisuda Oktober 2023, ia mengunggah foto berkebaya dengan ijazah di Instagram @khalisaar_ : “Alhamdulillah selesai juga!” Latar belakang psikologi itu kini menjadi satu senjata tersendiri, membantunya mengelola trauma dan membangun chemistry tim.

​Karier Oca seperti roller coaster. Pernah menjadi kapten tim Jawa Timur di Kapolri Cup 2023 dan PON Papua, juara Livoli 2023 bersama Gresik Petrokimia—klub asalnya yang dijuluki “bidadari voli Gresik.” Tapi di balik prestasi itu, ada sederet takdir pahit yang tak pernah diduga.

​Tahun 2022, jari kelingking kanannya patah parah saat blok di final four Proliga. Darah mengucur, ditandu keluar. Tiga operasi berturut-turut pada Maret-Mei 2022 memaksanya absen cukup panjang. “Down banget, lihat teman-teman bisa passing. Sedangkan saya harus pakai gips dan nggak tahu bakal balik lagi atau nggak,” curhatnya dalam wawancara.

IMG 20260301 081515

​Belum selesai, cedera lutut menyusul 2023. Operasi lagi. Total enam operasi sepanjang karier, angka yang ia bagikan di Instagram pada 2025 dengan foto dirinya tersenyum di lapangan: “Never back down, always bounce back. Six damn surgeries, and I’m still standing. If this ain’t resilience, then what is?”

​Di Proliga 2026 ini, Oca kembali diuji. Sempat terkapar lemas di seri Pontianak karena menahan sakit, tapi selalu bangkit. Kebetulan-kebetulan buruk dalam hidupnya telah mengajarkan satu hal: tidak ada yang bisa ia kendalikan kecuali usahanya sendiri. Bagi seorang Khalisa, lapangan voli bukan sekadar arena pertandingan. Di atas lantai kayu GOR Sentul itulah ia mempraktikkan semua teori psikologi yang ia pelajari. Bagaimana mengelola detak jantung yang memburu saat poin kritis, atau bagaimana tetap tenang ketika ribuan suporter lawan mencoba meruntuhkan mentalnya.

​Malam ini, saat banyak orang seusianya mungkin sedang berkumpul dengan keluarga atau teman-teman, meniup lilin dan menerima hadiah, Khalisa akan berada di tempat yang berbeda. Bukan karena ia memilih bertanding sebagai perayaan, tapi karena jadwal berkata lain. Malam ini, di hari ketika usianya bertambah, semesta boleh memberinya satu kemenangan. Sebagai kompensasi atas semua perjuangan yang tak terlihat. Sebagai hadiah ulang tahun yang tidak diminta, tapi sangat dibutuhkan.

​Atau jika kalah? Tentu ia pun akan menerimanya, seperti juga saat menerima enam operasi, seperti ia menerima jadwal pertandingan di hari ulang tahunnya. Lalu bangkit lagi. Karena itulah yang selalu ia lakukan. Selamat ulang tahun, Oca. Selamat bertarung dengan seluruh jiwamu. Sebab bagimu, kado terbaik bukanlah apa yang diberikan orang lain, melainkan apa yang berhasil kau perjuangkan sendiri di atas lapangan. Selamat ulang tahun, Khalisa Azilia Rahma. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.