KabarBaik.co, Pasuruan– Suasana khidmat menyelimuti Kelenteng Tjoe Tik Kiong, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, saat puluhan umat Tridharma menggelar ritual sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Senin (16/2) malam.
Sejak pukul 22.00 WIB, umat mulai berdatangan ke kelenteng untuk melakukan rangkaian ibadah, seperti pembakaran dupa dan doa bersama. Puncak sembahyang berlangsung tepat pada Selasa (17/2) pukul 00.00 WIB di depan altar Dewi Maco, yang dikenal sebagai Dewi Laut pelindung nelayan dan masyarakat.
Usai melaksanakan sembahyang, umat Tridharma merayakan datangnya Tahun Baru Imlek dengan penuh sukacita. Tahun ini, Imlek memasuki Tahun Kuda Api yang dipercaya hanya datang setiap 60 tahun sekali dan dimaknai sebagai simbol kekuatan dan semangat.
Ketua Harian Kelenteng Tjoe Tik Kiong, Mellyana Sukistiawati, mengatakan sembahyang bersama saat malam pergantian tahun Imlek merupakan tradisi rutin yang selalu dilaksanakan sebelum umat merayakan bersama keluarga.
“Sembahyang kita gelar bersama di kelenteng untuk menyambut datangnya Tahun Baru Imlek, setelah sembahyangan baru merayakan bersama keluarga,” ujar Mellyana.
Ia menambahkan, datangnya Tahun Kuda Api menjadi kebahagiaan tersendiri bagi umat Tridharma. Menurutnya, simbol kuda melambangkan kekuatan besar yang diharapkan membawa kesuksesan dan penghargaan di tahun yang baru.
“Semoga dengan Tahun Kuda Api sesuai dengan lambangnya, kita diberikan kekuatan, kesuksesan, dan penghargaan dapat kita capai,” terangnya.
Salah satu umat Tridharma Kota Pasuruan, Gunawan, turut mengungkapkan harapannya agar Tahun Baru Imlek membawa keberkahan dan keberhasilan tanpa adanya musibah.
“Kuda Api lambang yang sangat kuat, maka segala sesuatu harus berhasil dan berkah. Halangan dan musibah semoga tidak ada,” ucapnya.
Di akhir rangkaian kegiatan, pihak Kelenteng Tjoe Tik Kiong juga memanjatkan doa untuk bangsa Indonesia agar dijauhkan dari marabahaya dan musibah, serta senantiasa diberikan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.(*)








