KabarBaik.co, Surabaya — Puluhan warga kawasan Genteng, Surabaya, mengikuti upacara bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8). Upacara berlangsung khidmat di Jalan Genteng Muhammadiyah sejak pukul 08.00 WIB.
Upacara diikuti warga RW 11 Kelurahan Genteng bersama sejumlah lembaga pendidikan dan perkantoran yang berada di lingkungan tersebut. Berlangsung di kawasan tepi jalan yang berdekatan dengan permukiman warga, kegiatan itu menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme.
Ketua RT 2 RW 11 Kelurahan Genteng, Muhammad Amir, mengatakan kegiatan tersebut sengaja melibatkan berbagai unsur yang berada di kawasan Genteng. Selain memperingati kemerdekaan, upacara menjadi sarana mempertemukan warga dengan institusi pendidikan maupun perkantoran di lingkungan mereka.
“Yang pertama kita ingin menyatukan antara institusi-institusi, perkantoran-perkantoran yang ada di wilayah RW 11 dengan warga. Jadi lebih untuk menyatukan, mempererat persaudaraan, persatuan,” ujar Amir.
Menurut Amir, kawasan Genteng juga memiliki nilai sejarah yang kuat. Salah satunya ditandai dengan keberadaan rumah Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno yang berada tidak jauh dari lokasi upacara.
“Di sini (kawasan Genteng) ada juga rumahnya mantan wakil presiden Try Sutrisno,” katanya.
Amir berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Ke depan, pelaksanaan upacara dan rangkaian kegiatan kemerdekaan diharapkan melibatkan lebih banyak warga serta institusi yang berada di kawasan Genteng.
“Untuk pertama kali, insyaallah untuk ke depannya setiap tahun ada kerja sama antara perguruan Muhammadiyah dengan warga dan juga ada perkantoran,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur MBA Spartans Sudarusman mengatakan pemilihan kawasan Genteng Muhammadiyah sebagai lokasi upacara tidak terlepas dari sejarah yang melekat di kawasan tersebut.
Menurut dia, pengenalan sejarah kepada anak-anak penting dilakukan agar generasi muda memahami perjuangan para pahlawan dan tokoh bangsa. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi mereka dalam menentukan arah masa depan.
“Genteng Muhammadiyah ini tidak bisa dipisahkan dengan para pahlawan kita. Ada Pak Try (Wapres ke-6 Try Sutrisno) yang alamatnya di sebelah ini, rumahnya,” kata Sudarusman.
“Artinya kita mencoba mengingatkan kembali, melihat ke belakang. Anak-anak kita ajari untuk mampu menengok ke belakang, untuk menghargai sejarah itu dengan baik,” lanjutnya.
Sudarusman berharap pemahaman terhadap sejarah tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, generasi muda yang memahami perjalanan bangsa akan memiliki bekal untuk menatap masa depan dengan lebih baik.
“Dengan harapan mereka sudah mulai berpijak untuk melangkah ke depan. Dengan mampu menengok ke belakang, saya rasa mereka akan jauh punya visi ke depan. Itu landasan awalnya,” tuturnya.
Selain memperingati HUT ke-81 RI, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menyatukan sejumlah lembaga pendidikan Muhammadiyah di kawasan Genteng. Lembaga yang terlibat mulai dari kelompok bermain, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas.
“Kita juga ingin menyatukan beberapa lembaga pendidikan yang tertera di Genteng Kecamatan Genteng ini untuk bisa menjadi satu. Mulai dari tataran kelompok bermain, TK, SD, SMP, dan SMA,” pungkasnya.
Upacara di kawasan Genteng itu pun tidak sekadar menjadi kegiatan memperingati hari kemerdekaan. Di tengah suasana permukiman dan aktivitas warga, pengibaran Merah Putih menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat, lembaga pendidikan, dan berbagai institusi sekaligus mengenalkan kembali jejak sejarah kepada generasi muda. (*)






