Kiai dan Santri Ponpes Denanyar Jombang Salat Gaib untuk Affan Kurniawan

oleh -95 Dilihat
WhatsApp Image 2025 08 31 at 1.02.58 PM 1
Doa bersama yang berlangsung di Ponpes Mambaul Ma’arif (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co – Ratusan santri dan para kiai Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang, menggelar salat gaib dan doa bersama untuk Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia dalam peristiwa kerusuhan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kegiatan digelar usai salat Zuhur berjamaah di masjid induk pesantren, Minggu (31/8). Salat gaib tersebut dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Mambaul Ma’arif, KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam.

“Kami melaksanakan salat gaib untuk mendoakan saudara kita, Affan Kurniawan. Dalam pandangan Islam, pekerja yang mencari nafkah untuk keluarganya memiliki kedudukan mulia, bahkan bisa dikategorikan sebagai jihad. Karena itu, saya meyakini beliau syahid fisabilillah,” ujar Gus Salam kepada wartawan.

Gus Salam juga mendesak agar kasus kematian Affan Kurniawan diusut tuntas oleh aparat penegak hukum. Ia menilai, penanganan kasus semacam ini tidak boleh berhenti pada sanksi etik semata, tetapi harus menyentuh aspek pelanggaran HAM dan transparansi proses hukum.

“Keadilan harus ditegakkan. Jika dibiarkan, kezaliman justru akan melahirkan kehancuran. Pemerintah perlu benar-benar menjaga keadilan di semua lini, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif,” tegasnya.

Selain mendoakan almarhum Affan, Gus Salam menjelaskan bahwa doa bersama juga dilakukan untuk memohon keselamatan dan keamanan bangsa. Sejak kerusuhan terjadi, pihak pesantren bersama Nahdlatul Ulama (NU) terus mengintensifkan amalan doa dan mujahadah.

Ia juga menyoroti maraknya aksi anarkis di sejumlah daerah. Menurutnya, penyampaian aspirasi dalam negara demokrasi adalah hal wajar, namun harus tetap dilakukan dengan tertib dan damai.

“Kalau sudah mengarah pada tindakan merusak, aparat wajib bertindak sesuai prosedur,” jelasnya.

Gus Salam menilai, kerusuhan yang terjadi belakangan ini merupakan akumulasi dari berbagai persoalan, mulai dari maraknya PHK, tekanan ekonomi, hingga perilaku sejumlah elite politik yang dinilai kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat.

“Ketika rakyat sedang kesulitan, lalu ada pejabat yang justru memamerkan gaya hidup mewah, itu semakin menambah luka sosial. Situasi ini harus segera ditangani dengan bijak,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dari berbagai daerah telah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Di tingkat lokal, pesantren dan tokoh agama akan terus menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah.

“Semua ormas dari berbagai daerah sudah bertemu dengan Presiden Prabowo, jadi sudah terwakilkan. Mungkin di daerah-daerah kita perlu koordinasi dan konsolidasi dengan pihak terkait. Tapi yang penting bagi kami adalah ikut menenangkan umat. Itu tugas kami. Kalau urusan hukum dan lainnya, biar menjadi tanggung jawab pemerintah,” pungkas Gus Salam. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.