KabarBaik.co, Jember – Mimpi besar bisa lahir dari lapangan desa yang sederhana. Itulah yang dibuktikan oleh Mohammad Hamid, seorang penyiar pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) asal Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember.
Tahun ini, ia resmi berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji bersama istrinya.
Hamid dikenal luas oleh para pecinta sepak bola di Jember dan sekitarnya karena gaya siarannya yang jenaka, bersuara lantang, dan mampu menghidupkan suasana pertandingan.
Namun, di balik keceriaannya di pengeras suara, Hamid memiliki keteguhan hati untuk menyisihkan setiap rupiah yang ia dapatkan dari honor menyiar.
Pria dengan ciri khas jenggot putih ini mengaku telah rajin menabung sejak tahun 2012. Berkat kesabarannya, ia dan sang istri akhirnya tergabung dalam Kloter 97 Calon Jemaah Haji asal Jember pada musim haji 2026 ini.
Reputasi Hamid sebagai penyiar tarkam tidak hanya mentok di desanya. Berkat gaya siarannya yang khas, ia sering diundang hingga ke Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, bahkan sampai ke Pulau Madura.
“Saya mulai menabung tahun 2012 bersama istri dari hasil siaran tarkam. Dulu, per pertandingan hanya dibayar Rp 25 ribu. Alhamdulillah, tidak menyangka dari penyiar tarkam bisa berangkat haji. Ini benar-benar berkah,” ujar Hamid penuh syukur, Selasa (12/5).
Hamid dijadwalkan berangkat menuju asrama haji pada 16 Mei 2026 mendatang. Meski sebentar lagi menyandang gelar Haji, ia menegaskan tidak akan meninggalkan profesinya sebagai penyiar sepak bola tarkam sekembalinya dari Tanah Suci nanti.
Bagi Hamid, lapangan tarkam bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan saksi bisu perjuangannya hingga mampu menginjakkan kaki di Baitullah. (*)







