Klasemen Piala AFF 2026 Jelang Duel Sarat Gengsi Indonesia vs Vietnam di Pakansari

oleh -939 Dilihat
RIZKY RIDHO2
Kapten Timnas Sepak Bola Indonesia RIzky Rdho (ASEAN Hyundai Cup 2026)

KabarBaik.co, Bogor – Bagi Rizky Ridho, pertandingan melawan Vietnam di Stadion Pakansari Bogor,  Senin (3/8), bukan sekadar duel perebutan puncak klasemen Grup A ASEAN Cup 2026 atau Piala AFF 2026. Laga ini menjadi kesempatan emas bagi sang kapten Timnas Merah Putih ini untuk mengamankan tiket semifinal.

Lebih dari itu, laga pembuka jalan mewujudkan mimpi besar, yang belum pernah tercapai sepanjang sejarah. Yakni, membawa Indonesia menjadi juara Asia Tenggara untuk pertama kalinya.

Indonesia datang dengan modal sempurna setelah meraih dua kemenangan beruntun atas Kamboja 5-1 dan Timor-Leste 3-0. Enam poin dari dua pertandingan menempatkan skuad Garuda di posisi kedua Grup A, hanya terpaut satu angka dari Singapura yang telah memainkan tiga laga. Sementara Vietnam berada di posisi ketiga dengan empat poin. Karena itu, pertandingan di Pakansari dipastikan menjadi penentu arah persaingan menuju empat besar.

Bagi Rizky Ridho, pertandingan tersebut memiliki makna lebih dalam. Bek berusia 24 tahun itu masih menyimpan luka setelah dua kali gagal membawa Indonesia mengangkat trofi ASEAN Cup. Dia menjadi bagian dari skuad yang finis sebagai runner-up pada edisi 2020, sebelum langkah Merah Putih terhenti di semifinal pada turnamen berikutnya.

“Semoga kami bisa mendapatkan hasil terbaik, yaitu menjadi juara, karena Indonesia sudah sangat lama menunggu trofi ini. Semoga kami bisa membawa trofi ini pulang ke Indonesia,” ujar Rizky Ridho seperti dilansir dari laman ASEAN United FC.

Ambisi eks skuad Persebaya tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang sejarah keikutsertaan di ajang sepak bola terbesar Asia Tenggara itu, Indonesia sudah enam kali mencapai partai final. Sayangnya, selalu gagal mengangkat trofi emas. Kini, di bawah asuhan pelatih John Herdman, peluang untuk memutus kutukan itu kembali terbuka lebar.

KLASEMEN AFF 2026 2 AGUSTUS

Rizky Ridho menilai kehadiran John Herdman membawa perubahan besar. Bukan hanya dari sisi permainan, melainkan juga mentalitas tim. Mantan pelatih Kanada itu membangun budaya kepemimpinan kolektif dengan membentuk kelompok yang terdiri atas enam hingga tujuh pemain senior untuk menjadi motor di ruang ganti.

“Menurut saya secara pribadi, pengaruh beliau sangat baik. Beliau sangat detail, membawa aura yang positif, dan semoga target-target Timnas Indonesia ke depan bisa tercapai bersama beliau,” kata Rizky Ridho.

“Di era Coach Herdman, pemimpin bukan hanya satu orang. Beliau membentuk enam sampai tujuh pemain sebagai kelompok pemimpin. Dengan bantuan mereka, seluruh tim bisa dirangkul dengan baik. Kami dibentuk untuk menjadikan tim ini juara dan membawa trofi ke Indonesia.”

Perjalanan Rizky Ridho sendiri menjadi simbol proses panjang sepak bola Indonesia. Jauh sebelum mengenakan ban kapten tim nasional, ia hanyalah bocah yang bermain di jalanan dan gang-gang sempit Kota Surabaya. Sang ayah yang bekerja di pasar rutin mengajaknya menyaksikan pertandingan Persebaya Surabaya, pengalaman yang menumbuhkan mimpi menjadi pesepak bola profesional.

“Ayah mengajarkan saya disiplin terhadap waktu. Beliau ingin saya menjadi pemain sepak bola dan menunjukkan bahwa istirahat adalah bagian penting dari proses pemulihan. Saya juga belajar dari pengorbanannya untuk keluarga. Saya ingin menjadi seperti beliau,” tutur pemain lokal termahal itu.

Nilai-nilai disiplin itu mengantarkan Rizky Ridho menjadi salah satu bek terbaik Indonesia. Penampilannya bahkan mendapat perhatian dunia setelah gol spektakulernya dari wilayah pertahanan sendiri bersama Persija Jakarta masuk nominasi FIFA Puskás Award 2025, menjadikannya pemain Indonesia pertama yang masuk daftar nominasi penghargaan tersebut.

Meski demikian, bek yang telah mencatatkan lebih dari 50 penampilan bersama tim nasional senior itu menegaskan bahwa pencapaian individu tidak berarti apa-apa dibanding membawa Indonesia meraih gelar perdana di Asia Tenggara. “Saya sangat bersyukur. Saya tidak pernah menyangka akan masuk nominasi. Saya bangga karena bisa membawa nama Indonesia ke panggung dunia,” katanya.

Kini, fokus Rizky Ridho sepenuhnya tertuju pada Vietnam. Kemenangan tidak hanya akan mengamankan langkah Indonesia menuju semifinal, tetapi juga mempertegas status Garuda sebagai kandidat terkuat juara. Dari sana, mimpi yang telah enam kali tertunda bisa semakin dekat menjadi kenyataan.

“Semoga kami bisa menunjukkan apa yang diinginkan pelatih, membuat masyarakat Indonesia bangga, dan insya Allah bisa membawa pulang trofi ini untuk Indonesia untuk pertama kalinya,” ujar Rizky Ridho. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.