Kluivert: Duel Timnas Indonesia Lawan Saudi dan Irak seperti Laga Final

oleh -511 Dilihat
Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia (istimewa)

KabarBaik.co- Timnas Indonesia tengah bersiap menghadapi dua laga hidup-mati di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.  Ujian pertama duel melawan Timnas Arab Saudi pada Kamis (9/10) dini hari, pukul 00.15 WIB, di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah. Disusul laga kedua melawan Irak pada Minggu (12/10) pukul 02.30 WIB di tempat yang sama. Dua laga krusial ini akan disiarkan langsung RCTI.

Pelatih Patrick Kluivert menegaskan timnya akan “melakukan apa pun” demi menjaga asa lolos langsung ke putaran final yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan. “Kami menganggap pertandingan ini sebagai final, dan kami akan melakukan apa pun untuk mendapatkan hasil positif. Kami punya kepercayaan diri penuh bahwa kami akan tampil kuat,” kata Kluivert dalam konferensi pers pra-pertandingan, Selasa (7/10).

Tim Garuda membawa 29 pemain untuk dua laga penting tersebut. Pemain-pemain yang bermain di BRI Liga 1 sudah berangkat ke Jeddah sejak pekan lalu, sementara pemain yang berkarier di luar negeri baru tiba di awal pekan ini. Meski waktu persiapan terbilang singkat, Kluivert memastikan kondisi timnya tetap solid. “Kami tidak punya kekhawatiran apa pun. Kami sudah sering menghadapi situasi seperti ini dan tahu bagaimana mempersiapkan diri,” ujar pelatih asal Belanda itu dengan yakin.

Bola Mati Jadi Senjata Rahasia

Dalam sesi latihan terakhir, Kluivert menekankan pentingnya eksekusi bola mati (set piece) sebagai senjata utama untuk menembus pertahanan Arab Saudi. Ia mengingatkan timnya untuk mengulang keberhasilan seperti saat menghajar Taiwan 6–0 di laga FIFA Match Day bulan lalu, di mana separo gol Indonesia tercipta dari situasi bola mati.

“Pertandingan terakhir kami mencetak dua atau tiga gol dari bola mati. Kami harus mengeksekusinya dengan baik. Besok kami harus tajam, setajam pisau, tidak hanya pada bola mati tapi juga sepanjang 100 menit pertandingan,” kata Kluivert.

Meski begitu, ia menegaskan kemenangan tidak bisa diraih hanya dengan mengandalkan bola mati. “Kami harus sempurna di semua aspek permainan,” ujarnya menambahkan.

Dalam laga ini, Timnas Indonesia menghadapi tantangan dengan absennya penjaga gawang Emil Audero. Kiper Cremonese yang tengah tampil gemilang di Serie A ini mengalami cedera saat membela klubnya melawan Como akhir bulan lalu.

Kluivert mengakui absennya Emil adalah kehilangan besar. Namun, pihaknya tetap optimistis dengan stok penjaga gawang yang dimiliki. “Absennya Emil tentu berpengaruh, tapi kami memiliki empat kiper berkualitas. Kami punya pengganti yang tepat,” tegasnya.

Maarten Paes diperkirakan akan kembali menjadi pilihan utama di bawah mistar, didukung Nadeo Argawinata, Ernando Ari, dan Reza Arya yang semuanya berada dalam kondisi siap tempur.

Kapten Jay Idzes: Sulit, Tapi Bukan Mustahil

Kapten timnas Indonesia Jay Idzes menegaskan bahwa peluang tim Garuda untuk lolos ke Piala Dunia 2026 bukanlah hal yang mustahil, meski diakui sangat berat. “Kami tahu ini tidak akan mudah. Bukannya mustahil, tapi tidak mudah. Ini akan menjadi pertandingan hebat antara dua tim besar,” kata Idzes pada konferensi pers di Jeddah.

Pemain Sassuolo itu menilai tim Indonesia kini jauh lebih padu dibanding tahun lalu ketika mereka kali pertama bertandang ke stadion yang sama di putaran ketiga. Kala itu, Indonesia menahan imbang Arab Saudi 1–1 berkat gol Sandy Walsh.

“Tahun lalu kami masih banyak pemain baru, termasuk saya. Sekarang kami sudah lebih lama bersama, lebih memahami sistem dan karakter permainan masing-masing. Kami sedikit lebih dekat dengan tujuan kami, tapi semangatnya tetap sama: berjuang untuk Piala Dunia,” ujarnya.

Indonesia membawa modal positif menghadapi Arab Saudi setelah mencatat hasil imbang 1–1 di Jeddah dan kemenangan 2–0 di Jakarta pada putaran sebelumnya. Namun, kali ini taruhannya jauh lebih besar. Hanya juara grup yang akan lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, sedangkan tim peringkat kedua harus menjalani babak kelima kualifikasi, dan peringkat ketiga langsung tersingkir.

Kluivert menyadari tekanan besar yang menanti anak asuhnya, namun justru menjadikannya bahan bakar semangat. “Kami tahu tekanannya besar, tapi kami datang untuk menang. Kami tidak akan bermain aman,” katanya.

Malam di Jeddah akan menjadi saksi apakah Garuda mampu kembali terbang tinggi, membawa harapan jutaan pendukung Indonesia menuju panggung terbesar sepak bola dunia. Yuk, semua berdoa agar kepak sayap Garuda makin terbang tinggi. Wani! (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.