KabarBaik.co – Cuaca disebut tidak bisa menjadi biang masalah dalam tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Hal tersebut ditekankan oleh Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono.
“Kalau masalah cuaca, enggak ya. Enggak itu maksudnya cuaca adalah pemberian Tuhan Yang Mahakuasa. Kita sebagai manusia sudah diajarkan ketika mau berlayar (apakah cuaca tersebut bisa dilewati atau tidak),” kata Soerjanto, Selasa (8/7) malam.
Menurutnya sebelum berlayar, kapal terlebih dulu melengkapi surat perintah berlayar (SPB). Salah satu prasyaratnya adalah cuaca.
“Mereka juga melihat cuaca (saat mengisi SPB), layak dilayari oleh kapal ini atau tidak,” sambungnya.
KNKT juga turut mendalami faktor cuaca, termasuk gelombang tinggi, kepada para saksi-saksi. Hal itu sebagai gambaran seberapa bisa pihak kru kapal memahami permasalahan soal informasi cuaca saat itu.
Meski demikian, KNKT belum bisa memberi kesimpulan soal seberapa besar tingkat kesalahan manusia atau human error dalam tragedi tersebut. Menurutnya, masih terlalu dini untuk menyimpulkan hal tersebut.
“Fakta-fakta masih kami kumpulkan. Nanti hasilnya setelah kami analisa,” tambahnya.
Faktor-faktor kesalahan manusia, menurut dia, bisa berasal dari berbagai hal. Termasuk di dalamnya kesalahan organisasi, kelelahan, dan sejenisnya.
“Sampai saat ini, kami belum bisa menentukan yang dominan dari masalah ini (yang mana),” tutur dia.







