Koloni Laron Serbu Jembatan Kertosono, Lalu Lintas Sempat Terhambat

oleh -79 Dilihat
laron
Koloni rakyat menyebut jembatan Kertosono pada Minggu (1/3) malam (tangkapan layar)

KabarBaik.co, Nganjuk – Jembatan Brantas Kertosono menjadi pusat perhatian setelah video koloni laron yang mengepung seluruh area jembatan viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada malam Minggu (1/3) sekitar pukul 20.00 WIB membuat lalu lintas terhambat dan puluhan kendaraan menumpuk karena tidak bisa melaju dengan normal.

“Jembatan Brantas Kertosono,” tulis akun Instagram @asli.nganjuk yang pertama kali memposting video kejadian tersebut, dikutip KabarBaik.co, Senin (2/3).

Dalam video yang beredar, terlihat jelas koloni laron yang memenuhi permukaan dan udara di sekitar jembatan, membuat pandangan pengendara menjadi terbatas.

Bahkan, beberapa pengendara melaporkan bahwa laron tidak hanya menghalangi jalan, tetapi juga masuk ke dalam pakaian pemotor dan bagian dalam kendaraan. Kondisi ini membuat banyak pengemudi terpaksa melaju dengan kecepatan sangat pelan untuk menghindari risiko kecelakaan atau ketidaknyamanan akibat serangan laron.

“Gak ada (laporan). Lalulintas normal,” ujar Kapolsek Kertosono, Kompol Joni Suprapto saat dikonfirmasi media terkait kejadian tersebut.

Joni mengaku belum mendapatkan informasi atau laporan resmi mengenai kepungan laron di jembatan tersebut.

Meskipun tidak ada laporan kerusakan atau kecelakaan yang terjadi akibat peristiwa ini, kejadian “hujan laron” di jembatan tersebut menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga lokal dan pengguna media sosial.

Banyak yang bertanya-tanya mengenai penyebab munculnya koloni laron dalam jumlah sangat banyak di area jembatan pada malam hari.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.