Komandan Wira atau Wira Sableng? Dicari, Sosok Misterius di Balik Kematian Brigadir Esco

oleh -3447 Dilihat
BRIGADIR ESCO scaled e1760800037264
Korban Brigadir Esco Faska Rely. (Foto IST))

KabarBaik.co- Kasus kematian Brigadir Esco Faska Rely, masih menyedot atensi publik. Dua bulan sudah sejak jasad anggota Polri itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kebun belakang rumahnya di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Polisi memang telah menetapkan lima orang tersangka. Namun, sepertinya masih ada teka-teki besar yang menjadi pergunjingan warganet di media sosial. Yakni, sosok Wira atau “Komandan Wira”.

Lima tersangka dalam perkara dengan sangkaan pembunuhan berencana itu adalah Briptu Rizka Sintiyani, istri korban Brihadir Esco. Lalu, menyusul empat tersangka baru masing-masing Amaq Siun, pensiunan PNS yang merupakan ayah Briptu Rizka; HN, ibu Briptu Rizka; DR (adik Briptu Rizka) dan Pauzi yang merupakan rekan baik korban maupun tersangka. Keempat nama terakhir ini ditetapkan pada 15 Oktober, setelah penyidik menemukan ada dugaan peran mereka dalam membantu menyembunyikan tindak pidana pembunuhan itu.

Namun, di luar lingkaran hukum yang telah diumumkan, publik dibuat penasaran nama Wira. Sosok ini antara lain muncul dari mulut Amaq Siun, ayah Briptu Rizka, dalam sebuah wawancara yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman itu, Siun mengaku sempat menghubungi seseorang yang dipanggilnya “Komandan Wira” sesaat setelah menemukan jasad Brigadir Esco di kebun belakang rumahnya.

“Saya hubungi Komandan Wira, bilang ada mayat di belakang rumah,” ceritanya. Penyebutan nama itu sontak memicu berbagai spekulasi. Siapa sebenarnya Wira yang dipanggil dengan sebutan “komandan”? Bukankah panggilan ‘’komandan’’ itu antara lain lazim di lingkungan kepolisian?

Nama Wira kembali terdengar ketika Fauzi, salah seorang tersangka, saat memberi keterangan kepada media. Ia menyebut pernah menerima uang tunjangan hari raya (THR) sebesar Rp 200 ribu dari Wira dan Briptu Rizka.

Pernyataan Siun dan Fauzi itu terlontar saat keduanya belum menjadi bagian dari tersangka. Yang jelas, pernyataan tersebut seolah mempertegas bahwa sosok ini bukan orang asing bagi para lingkaran tersangka. Bahkan, salah seorang kuasa hukum Briptu Rizka juga sempat menyinggung nama yang sama. Dalam penggalan keterangannya, sang pengacara menyebut bahwa Brigadir Esco memiliki banyak utang, salah satunya kepada seseorang bernama Wira sebesar Rp 5 juta dan sejumlah teman lainnya.

Spekulasi semakin liar setelah dalam rekonstruksi di TKP pada 29 Septembet, polisi menyebut ada dua orang tak dikenal yang disebut sebagai “Mr X”. Mereka memindahkan jasad Brigadir Esco dari kamar rumah ke kebun belakang. Hingga kini, polisi belum mengungkap siapa sebenarnya dua Mr X tersebut. Apakah dua di antara lima yang ditetapkan sebagai tersangka itu?

Publik pun ada yang menduga, jangan-jangan salah satunya adalah Wira yang disebut dalam berbagai keterangan itu. Namun, sejauh ini kepolisian belum mengonfirmasi kemungkinan tersebut. Karena belum terbuka, suara warganet pun tidak mereda. Di media sosial, muncul berbagai satire dan meme yang menggambarkan sosok “Komandan Wira” dengan julukan “Wira Sableng”. Bisa jadi, hal itu merupakan sindiran terhadap lambannya proses pengungkapan dan penuntasan perkara.

Sebelumnya, Samsul Herawadi, ayah almarhum Brigadir Esco, kepada wartawan menyampaikan apresiasi pada polisi yang  menetapkan empat tersangka baru. Dia pun berharap proses penyidikan terus berjalan. ‘’Dalam hal ini belum merasa puas,’’ katanya, Rabu (15/10). Dia menduga masih ada pelaku lain yang belum tersentuh.

Sementara itu, kabarnya tim Mabes Polri dijadwalkan akan datang ke rumah keluarga Brigadir Esco di Bonjeruk, Lombok Tengah. Tujuannya antara lain melakukan pendalaman lanjutan terkait kasus yang menjadi atensi nasional itu.

Apakah misteri “Komandan Wira” menjadi simbol dari pertanyaan publik yang lebih besar itu bakal terungkap? Betulkah ada sosok tersembunyi di balik seragam? Jawaban atas pertanyaan itu masih menggantung. Dan, di tengah keheningan penyidikan, nama Wira terus bergema di ruang media sosial. Samar, namun tidak pernah benar-benar hilang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.