Komisi IV DPRD Banyuwangi Berharap Pembangunan TPS3R di Desa Karetan Dipercepat

oleh -113 Dilihat
ec57f2a5 8e32 4f77 adc5 ac03f3c22927
Komisi IV DPRD Banyuwangi meninjau lokasi rencana pembangunan TPS3R Desa Karetan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Komisi IV DPRD Kabupaten Banyuwangi meninjau lokasi rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung kesiapan lahan dan mendorong percepatan pembangunan fasilitas pengelolaan sampah tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Patemo, mengatakan bahwa TPS3R di Desa Karetan nantinya akan mengelola sampah dari 37 desa yang tersebar di delapan kecamatan dengan kapasitas mencapai 160 ton per hari. Ia menilai lokasi yang dipilih sudah memenuhi kriteria teknis dan lingkungan yang sesuai.

“Lokasinya cukup strategis, memiliki lahan luas, mudah diakses, tidak mencemari lingkungan, serta tidak mengganggu estetika dan lalu lintas,” kata Patemo, Minggu (19/10).

Politisi PDIP asal Kecamatan Bangorejo tersebut menambahkan bahwa pihaknya berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi dapat membantu mempercepat proses perizinan pembangunan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Saat ini, menurutnya, pekerjaan di lapangan sudah memasuki tahap pematangan lahan atau cut and fill serta pembangunan pondasi, pagar keliling, dan struktur pendukung lainnya.

“Berdasarkan penjelasan dari DLH, target penyelesaian pembangunan TPS3R Karetan diperkirakan pada Juni 2026,” ujar Patemo.

Selain TPS3R Karetan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga akan membangun dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) masing-masing di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, dan di Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Kedua SPA tersebut merupakan bagian dari program Banyuwangi Hijau Fase 3 yang didukung oleh Clean Rivers dari Uni Emirat Arab, dengan kapasitas masing-masing 50 ton sampah per hari.

Dengan beroperasinya TPS3R Karetan dan dua SPA baru tersebut, total kapasitas pengelolaan sampah di Banyuwangi akan mencapai sekitar 260 ton per hari. Fasilitas ini diharapkan dapat melayani hingga 1,4 juta penduduk dari total populasi Banyuwangi sekitar 1,7 juta jiwa.

Sisanya akan ditangani melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Sungai Watch dan Clean Oceans Through Clean Communities (CLOCC) asal Norwegia.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.