Komitmen Lintas Sektor Menuju Gresik Zero Stunting

oleh -116 Dilihat
Penandatanganan komitmen percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gresik, Kamis (7/3). (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memastikan pelaksanaan konvergensi stunting yang terintegrasi dan berjalan maksimal. Salah satunya dengan menggelar Rembuk Stunting, Kamis (7/3).

Rembuk yang berlangsung di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik ini mengusung tema “Komitmen Lintas Sektor dalam Percepatan Penurunan Stunting”. Diikuti oleh perwakilan dari lintas sektor yang ada di Kota Santri.

Wakil Bupati (Wabup) sekaligus Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Gresik Aminatun Habibah dalam arahannya mengatakan, stunting senantiasa menjadi perhatian semua pihak.

Perlu diketahui, tahun 2024 ditargetkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 14 persen dan menuju angka 5 persen di tahun 2025. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6 persen.

Baca juga:  Terima 910 Mahasiswa KKN-BBK Unair, Bupati Gresik Titip 4 Program Prioritas

Sedangkan di Provinsi Jawa Timur di angka 19,2 persen. Kemudian angka prevalensi stunting di Kabupaten Gresik turun sebesar 12,8 persen dari 23,5 persen, di tahun 2022 menjadi 10,7 persen.

“Alhamdulillah, angka tersebut di bawah nasional dan Provinsi Jawa Timur. Belum ada data rilis SKI tahun 2023. Tahun ini lokus konvergensi stunting di Kabupaten Gresik berada di 7 kecamatan dan di 19 desa/kelurahan. Selanjutnya tahun 2025 lokus stunting berada di 9 kecamatan dan 22 desa/kelurahan,” terangnya.

Dikatakan, penanggulangan stunting merupakan program prioritas nasional, untuk itu perlu mendapatkan perhatian. Di antaranya, pemantauan status gizi dan perkembangan anak, pengetahuan tentang kesehatan gizi sebelum dan pada masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan.

Baca juga:  Ratusan Sopir Angkot di Gresik Terima Bantuan Paket Sembako

“Perlu penguatan data baik dari kader kesehatan, kader desa hingga Puskesmas. Serta perlunya peran aktif TPPS dalam mengawal dari perencanaan pengawasan hingga evaluasi,” harapnya.

Menurut Wabup Gresik, untuk mengatasi stunting ini, tentunya tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah. Tetapi kewajiban seluruh komponen. Karena pemerintah tidak akan ada artinya tanpa bantuan masyarakat.

“Untuk  mengatasi stunting adalah bagian dari mewujudkan generasi yang kuat lahir dan batin. Investasi sumber daya manusia (SDM) akan menjadikan generasi emas pada tahun 2025,” ujarnya.

Baca juga:  Avanza Seruduk Tronton Parkir di Cerme Gresik, 1 Korban Tewas saat Perawatan

Wabup juga mengajak seluruh stakeholder yang hadir, untuk meningkatkan komitmen dan kerja keras bersama-sama mewujudkan hasil yang lebih baik dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gresik.

“Strategi kunci penurunan stunting yaitu pemenuhan intervensi, peningkatan konvergensi di desa, pendampingan keluarga dan monev. Kita harus saling berkoordinasi secara terus menerus untuk mewujudkan Kabupaten Gresik zero stunting,”pungkasnya.

Dalam kegiatan ini, juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama untuk melakukan percepatan penurunan stunting. Oleh seluruh stakeholder pelaksana percepatan penurunan stunting dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai tingkat desa/kelurahan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.