KabarBaik.co, Nganjuk – Masalah kekerasan di kalangan remaja menjadi perhatian serius Pemkab Nganjuk. Guna membekali generasi muda dengan pemahaman aspek hukum dan psikologis, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar Workshop Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Remaja di SMA Baitul Izzah, Selasa (5/5)
“Kadang-kadang sesama teman bisa terjadi masalah. Kita harus hati-hati, apalagi kalau sudah berhadapan dengan perbuatan melawan hukum, nama kita bisa tercatat dan jejak digitalnya akan selalu ada,” ujar Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Rabu (6/5)
Kang Marhaen menegaskan bahwa remaja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dengan adanya perkembangan teknologi digital yang pesat.
Politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan bahwa interaksi di media sosial maupun dunia nyata harus dilandasi dengan kesadaran hukum dan etika yang kuat.
Kang Marhaen menyoroti bahwa usia remaja merupakan fase pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh lingkungan.
“Penting bagi para pelajar untuk memiliki kontrol diri yang baik, mampu menyaring pergaulan, serta berani mengambil keputusan yang positif demi masa depan yang cerah.” Tuturnya.
Kang Marhaen juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial PPPA Nganjuk atas inisiatif penyelenggaraan workshop tersebut.
“Pendekatan psikoedukasi merupakan langkah strategis dalam memberikan pemahaman yang komprehensif kepada remaja, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga dari aspek emosional dan sosial,” urainya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Nganjuk berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang remaja.
“Kita berharap pelajar di seluruh Kabupaten Nganjuk mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam mencegah segala bentuk kekerasan di sekitarnya, serta membangun budaya saling menghargai dan peduli antar sesama,” pungkasnya. (*)






