KabarBaik.co, Blitar – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sananwetan, Kota Blitar terhenti sementara. Penutupan ini diduga dipicu konflik antara pihak mitra dengan yayasan pengelola.
Dampaknya, sekitar 2.500 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi mendapatkan layanan seperti biasanya.
Kepala Dapur SPPG Sananwetan Ahmad Habibi, membenarkan bahwa dapur yang dipimpinnya saat ini tidak beroperasi.
“Setiap hari kami melayani sekitar 2.500 penerima. Dengan kondisi sekarang, otomatis penyaluran MBG ikut berhenti,” ujarnya, Selasa (17/3).
Menurutnya, penghentian operasional ini berkaitan dengan persoalan internal antara mitra dan yayasan yang hingga kini belum menemukan titik temu.
Meski demikian, pihak pengelola tengah berupaya mencari solusi agar distribusi MBG tetap berjalan, salah satunya melalui skema pengalihan ke dapur lain.
“Nantinya akan diupayakan untuk dialihkan, tetapi harus dikoordinasikan dulu dengan korcam dan korwil terkait teknis ke depannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, koordinasi lintas pihak diperlukan agar penyaluran tidak menimbulkan persoalan baru, terutama terkait data penerima dan kapasitas dapur pengganti
“Untuk penyaluran MBG nantinya akan kami koordinasikan denhan korwil dan korcam, terkait penutupan SPPG Sananwetan,” pungkasnya.(*)








