KabarBaik.co – BPBD mencatat korban jiwa dalam peristiwa pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar bertambah satu orang. Korban terakhir bernama Budi Haryadi, 30.
Sehingga jumlah korban tewas menjadi empat orang dari total delapan orang korban usai kejadian pembakasaran tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan.
“Korban jiwa dalam peristiwa ini sudah empat orang dan satu masih kritis,” kata Plt Kalaksa BPBD Kota Makassar Fadli Tahar kepada wartawan di Makassar, Sabtu (30/8).
Budi Haryadi bertugas sebagai anggota Satpol PP. Budi terpaksa melompat dari atap gedung DPRD Makassar saat terbakar. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, tetapi kondisinya sudah kritis.
“Sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Primaya sebelum akhirnya meninggal dunia,” katanya.
Selain Budi, korban lainnya juga turut melompat dari lantai empat bernama Syaiful (43). Almarhum sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Ujung Tanah dinyatakan meninggal Rumah Sakit Grestelina, meski sebelumnya dirawat intensif, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Korban lainnya, Muhammad Akbar Basri alias Abay, Fotografer Humas DPRD Kota Makassar dan Sarinawati salah satu staf DPRD Makassar, jenazahnya ditemukan tim SAR berada di lantai tiga gedung setempat dalam kondisi hangus terbakar.
Keduanya diduga ketakutan lalu bersembunyi di ruangan tersebut untuk menghindari tindakan anarkis massa yang saat mulai beringas naik ke atas ruangan gedung untuk mencari orang-orang DPRD sekaligus menjarah barang-barang.
Selain empat korban jiwa, ada empat korban luka, yakni Heriyanto, 28, petugas kebersihan DPRD Sulsel kini sedang dirawat di RS Grestelina karena mengalami luka berat setelah melompat dari gedung dewan setempat. Kondisinya masih kritis.
Agus Setiawan, 32, anggota Satpol PP DPRD Makassar mengalami kaki robek dirawat di RS Grestelina. Korban luka sedang, Sahabuddin, 45, ajudan Wakil Ketua DPRD Makassar dirawat di RS Hermina mengalami kondisi patah pada bagian tulang pinggul seusai melompat dari lantai dua saat kebakaran berlangsung. Arif Rahman, 28, terluka terkena lemparan batu, dirawat di RS Grestelina.
Seluruh jenazah telah dibawa pulang pihak keluarga setelah sebelumnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum guna memastikan para korban telah diterima keluarganya yang sah.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah mengunjungi korban pegawai Pemkot Makassar yang tengah dirawat di RS Grestelina usai menjadi korban dalam unjuk rasa warga yang berakhir dengan pembakaran kantor DPRD di kota itu.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan kami akan menanggung semua biaya pengobatan dari korban,” ucapnya saat mengunjungi korban di Rumah Sakit Grestelina Makassar. (ANTARA)