Korban Tewas Ledakan PT Great Wall Steel Sopir Pengirim Barang

oleh -485 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 06 at 9.51.26 PM
Heri Prasetyo HRD GA PT Great Wall Steel saat beri penjelasan kepada awak media di ruangan pertemuan tamu (Achmad Adi Nurcahya

KabarBaik.co, Sidoarjo– Pihak manajemen PT Great Wall Steel (GWS) memberikan klarifikasi resmi terkait ledakan yang terjadi di area pabriknya di Waru, Sidoarjo, Senin (6/4) siang. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua karyawan mengalami luka-luka.

HRD GA PT Great Wall Steel Heri Prasetyo mengatakan korban meninggal dunia bukanlah karyawan internal, melainkan kenek sopir pengirim barang dari pihak supplier. Korban saat itu sedang beristirahat di lokasi parkir mobil, sekitar 50 meter dari titik ledakan.

“Korban bukan karyawan kami, melainkan kenek sopir dari supplier. Saat ledakan terjadi, ia sedang beristirahat di area parkir mobil,” ujar Heri Prasetyo dihadapan awak media.

Heri menambahkan korban meninggal akibat terkena serpihan besi yang melesat dari ledakan besi tua berbentuk tabung yang tengah dipotong menggunakan mesin las blender. Serpihan tersebut menghantam tubuh korban hingga menyebabkan luka parah yang berujung pada meninggalnya korban dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Serpihan besi dari ledakan mengenai korban, sehingga korban mengalami luka parah dan meninggal dunia,” jelasnya.

Selain korban jiwa, dua karyawan internal GWS yang berada di bagian pemotongan besi juga terdampak ledakan. Satu karyawan kini dalam kondisi stabil menjalani perawatan, sementara satu lainnya sedang diperiksa untuk mengantisipasi trauma.

Heri menegaskan ledakan terjadi saat pekerja memotong besi tua berbentuk tabung yang berasal dari supplier. Material besar tersebut harus dipotong sebelum masuk ke proses peleburan, namun meledak tanpa diduga.

Hasil olah TKP awal oleh tim Gegana dan Inafis memastikan ledakan bukan dari bahan peledak militer, dibuktikan dengan minimnya kerusakan pada bangunan dan mesin produksi. Dampak fisik terbatas pada tanah yang sedikit terangkat dan kabel listrik yang putus di area scrapyard.

Saat ini, aktivitas operasional pabrik dihentikan sementara untuk mendukung proses investigasi pihak kepolisian Polda Jatim. Manajemen juga tengah menelusuri asal-usul besi tua dari supplier untuk mencegah insiden serupa di masa depan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.