KabarBaik.co – Meski harga beras di pasaran mengalami kenaikan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar memastikan bahwa ketersediaan beras masih dalam kondisi aman.
Stok yang ada bahkan tercatat masih surplus dibandingkan kebutuhan konsumsi masyarakat.
Kepala DKPP Kota Blitar Dewi Masitoh, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi pada jenis beras medium. Harga yang sebelumnya berkisar Rp 12 ribu hingga Rp 12.500 per kilogram kini naik menjadi Rp 13 ribu hingga Rp 13.500 per kilogram.
“Ketersediaan beras saat ini masih ada sebanyak 1.527 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat sekitar 1.489 ton. Artinya, masih ada surplus sekitar 38 ton,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (1/8).
Dewi memastikan bahwa tidak ada kelangkaan beras di Kota Blitar. Masyarakat diimbau tidak panik atau melakukan pembelian dalam jumlah besar karena distribusi dan ketersediaan masih terkendali.
Daripada itu untuk stok, ia juga membahashasil panen padi lokal. Gabah dari petani telah diserap Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut dinilai menguntungkan dan menjadi sinyal bahwa produktivitas pertanian di Kota Blitar cukup stabil.
Dengan adanya pembelian gabah oleh Bulog dan ketersediaan stok yang melebihi kebutuhan, pemerintah daerah optimistis harga beras dapat kembali stabil dalam waktu dekat.
“Kami akan terus memantau distribusi dan ketersediaan beras, serta mendorong petani untuk meningkatkan hasil panen agar pasokan tetap terjaga,” kata Dewi.(*)








