Lakukan Skrining Menggunakan Mobile X-Ray, 8 Kasus TBC Ditemukan di Sukorejo Kota Blitar

oleh -73 Dilihat
IMG 20260805 WA0024
Ilustrasi TBC. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Kecamatan Sukorejo menjadi wilayah dengan temuan kasus tuberkulosis (TBC) terbanyak dari skrining menggunakan mobile X-ray di Kota Blitar. Dari 19 kasus baru yang ditemukan melalui pemeriksaan tersebut, delapan kasus berada di wilayah Sukorejo.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota, Blitar Silvia Dewi Kusumawati mengatakan, temuan tersebut merupakan hasil dari skrining yang dilakukan untuk mempercepat penemuan kasus TBC di masyarakat.

“Ditemukan 19 kasus baru TBC. Untuk wilayah yang paling banyak ditemukan, Kecamatan Sukorejo ada delapan kasus TB baru,” ujar Silvia.

Menurutnya, pemeriksaan menggunakan mobile X-ray tidak hanya ditujukan kepada warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Dinkes juga menyasar sejumlah kelompok yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi. “Sasarannya yang memiliki kriteria bergejala, kemudian DM, ODHIV, kontak erat, dan balita dengan gizi kurang,” jelasnya.

Silvia menjelaskan, penggunaan mobile X-ray membantu petugas melakukan deteksi awal melalui pemeriksaan foto rontgen dada. Layanan tersebut juga memungkinkan pemeriksaan dilakukan lebih dekat dengan masyarakat. “Manfaatnya bisa mendeteksi dini penyakit TB melalui foto rontgen dada, kemudian membawa layanan kesehatan langsung ke wilayah masyarakat sehingga memudahkan akses pelayanan,” katanya.

Warga yang dari hasil skrining dicurigai mengalami TBC selanjutnya diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan. Sebagian besar terduga menjalani Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk memastikan ada atau tidaknya bakteri penyebab TBC.

Namun, Silvia menyebut tidak seluruh warga yang terduga dapat menjalani pemeriksaan TCM. Salah satunya karena tidak menunjukkan gejala atau tidak mampu mengeluarkan dahak sebagai sampel pemeriksaan. “Sebagian besar terduga menjalani pemeriksaan TCM. Tetapi ada yang tidak TCM apabila tidak bergejala atau tidak bisa mengeluarkan dahak,” ungkapnya.

Program skrining menggunakan mobile X-ray masih akan dilanjutkan Dinkes Kota Blitar hingga November 2026. Pemeriksaan berikutnya akan menyasar sejumlah kelompok dan lokasi yang dinilai memiliki risiko penularan TBC. “Masih ada sampai November 2026 dengan sasaran lapas, pondok pesantren, serta kontak erat atau serumah pasien TB,” pungkas Silvia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.