KabarBaik.co, Sidoarjo – Awal Ramadan di Jatim disambut langit kelabu. Sejak Kamis (19/2) pagi, sebagian besar wilayah tampak diselimuti awan tebal. Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, cuaca berawan mendominasi sejak pagi hingga siang hari di berbagai daerah.
Memasuki siang hingga sore, hujan ringan diprakirakan turun di sejumlah wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, hingga Pasuruan. Kondisi ini membuat suasana awal Ramadan terasa lebih sejuk dibanding hari biasanya.
Dengan adanya mendung yang menyelimuti Jawa Timur, suasana puasa kali ini diperkirakan terasa lebih nyaman dan tidak terlalu panas seperti saat musim kemarau. Awan tebal yang menutupi sinar matahari membantu menurunkan suhu udara, sehingga aktivitas masyarakat selama menjalankan ibadah puasa menjadi lebih kondusif.
Di wilayah Sidoarjo, cuaca berawan terjadi sejak pagi, dengan potensi hujan ringan mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Setelah itu, cuaca kembali berawan hingga malam hari. Suhu udara berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 92 persen.
Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di wilayah lain seperti Kediri, Jombang, Bojonegoro, dan Madiun. Hujan ringan berpotensi turun pada siang hari, sementara pagi dan malam didominasi awan tebal. Beberapa wilayah juga diprediksi mengalami udara kabur pada malam hari.
Secara umum, suhu udara di Jawa Timur berada pada kisaran 21 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan antara 59 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah barat hingga barat daya dengan kecepatan bervariasi, yang turut memengaruhi perubahan cuaca.
BMKG Juanda juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi hingga Jumat (20/2) besok. Cuaca ekstrem tersebut dapat berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah.
Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengantisipasi kemungkinan genangan air, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas akibat perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba di awal Ramadan ini. (*)






