KabarBaik.co, Gresik – Lonjakan mobilitas masyarakat di bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 H diantisipasi serius aparat kepolisian. Polres Gresik bersama Polda Jawa Timur menggelar rampcheck ketat terhadap armada bus pariwisata. Fokusnya satu: memastikan seluruh kendaraan benar-benar laik jalan sebelum membawa wisatawan dan pemudik.
Pengawasan terpadu itu digelar di Garasi PO Joglo Baru, Gresik, Rabu (18/2). Sejak pagi, satu per satu bus diperiksa secara menyeluruh. Mulai dari sistem pengereman, lampu penerangan, kondisi ban, hingga kelengkapan alat keselamatan darurat. Tak ada yang luput dari pengawasan petugas.
Kegiatan rampcheck ini melibatkan lintas instansi. Personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim bersinergi dengan Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN). Kolaborasi tersebut menjadi penegas bahwa keselamatan transportasi bukan tanggung jawab satu lembaga semata.
Tak hanya aspek teknis kendaraan, kelengkapan administrasi juga dicek ketat. Mulai dari uji KIR, izin trayek, hingga dokumen resmi lainnya. Bus yang dinyatakan memenuhi standar langsung ditempeli stiker khusus sebagai penanda telah lolos uji kelayakan jalan.
Kesiapan sumber daya manusia juga jadi perhatian. Tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan serta tes urin kepada para sopir. Langkah ini diambil untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima dan bebas dari pengaruh narkotika saat berada di balik kemudi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Iptu Andri Aswoko, mewakili Kasat Lantas AKP Nur Arifin, bersama jajaran perwira pengendali turun langsung memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan tanpa celah. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan akibat faktor teknis maupun human error yang kerap meningkat menjelang arus mudik Lebaran.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin menegaskan sikap tegas jajarannya terhadap kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
“Melalui inspeksi ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran para pengusaha otobus dan kru bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi bagi kendaraan yang tidak laik jalan. Ini demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya para wisatawan di wilayah Gresik,” tegasnya.
Diharapkan, langkah preventif ini mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur, terutama selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 dan puncak arus mudik Idul Fitri.(*)








