Libur Nataru Dongkrak Kunjungan Pasar Atom Surabaya hingga 20 Persen, Kuliner Jadi Magnet Utama

oleh -382 Dilihat
IMG 20251228 WA0032
Kuliner menjadi salah satu tujuan pengunjung datang ke Pasar Atom Surabaya. (Foto: Dani)

KabarBaik.co – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) membawa angin segar bagi Pasar Atom Surabaya. Jumlah pengunjung pusat perbelanjaan legendaris di kawasan Surabaya utara itu tercatat meningkat signifikan selama masa libur panjang Nataru.

Direktur Utama Pasar Atom, Halim Hermanto, mengungkapkan lonjakan kunjungan mencapai sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan hari biasa. Jika pada hari normal jumlah pengunjung berkisar 9.000 orang per hari, saat akhir pekan dan hari libur angka tersebut melonjak menjadi 12.000 hingga 13.000 orang.

“Kalau hari biasa sekitar 9.000 pengunjung. Saat akhir pekan atau libur bisa naik sampai 12.000 sampai 13.000 orang,” ujar Halim saat dikonfirmasi, Minggu (28/12).

Peningkatan aktivitas juga terlihat dari jumlah kendaraan yang memadati area parkir. Pada hari biasa, kendaraan roda empat tercatat sekitar 2.700 unit, sementara pada akhir pekan dan hari libur bisa meningkat hingga lebih dari 3.000 unit.

Meski demikian, Halim mengakui lonjakan pengunjung belum sepenuhnya berdampak merata bagi seluruh tenant. Keramaian cenderung terpusat di tenant-tenant tertentu, terutama yang bergerak di sektor kuliner. “Yang ramai itu biasanya kuliner. Food court, kaki lima, bubur Madura, sampai area pojok kuliner pasti ramai,” katanya.

Sebaliknya, tenant di area Pasar Atom lama serta beberapa bagian mal masih terpantau relatif sepi. Menurut Halim, kondisi tersebut disebabkan oleh jenis barang yang dijual cenderung seragam dan kurang mengikuti perkembangan minat pasar. “Kita akui memang barang-barangnya relatif sama, sehingga kurang menarik bagi pengunjung,” ucapnya.

Ia juga menyinggung dampak pandemi Covid-19 yang hingga kini masih terasa. Setelah sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, kondisi pasar kembali melemah seiring menurunnya daya beli masyarakat serta ketatnya persaingan dengan penjualan daring.

“Pertama karena kondisi ekonomi yang masih lesu, kedua karena persaingan dengan online. Harga online jauh lebih murah dan itu sangat berpengaruh,” jelasnya.

Terkait harga jual barang, Halim menegaskan pengelola Pasar Atom tidak menetapkan standar harga karena status pengelolaan yang berbasis penyewaan lahan. Penentuan harga sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing pedagang.

Saat ini, jam operasional Pasar Atom berlangsung dari pukul 10.00 hingga 18.00 WIB. Namun ke depan, pengelola membuka peluang untuk memperpanjang jam operasional hingga pukul 22.00 WIB guna meningkatkan daya tarik pasar.

“Kalau memungkinkan, kita ingin buka sampai jam 10 malam seperti mal-mal lain. Dengan jam operasional sekarang yang hanya delapan jam, tenant branded juga belum mau masuk,” ujarnya.

Untuk menjaga geliat Pasar Atom, pengelola juga terus melakukan peningkatan fasilitas. Salah satunya dengan membangun Atom Sport Center di lantai 8 yang dilengkapi dua lapangan basket dan rutin menggelar kejuaraan. “Bulan lalu sudah ada kejuaraan kota, dan rencananya tanggal 15 bulan depan ada kejuaraan lagi. Kita buka event-event supaya pasar tetap hidup,” kata Halim.

Ia berharap adanya dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kota Surabaya untuk menghidupkan kembali kawasan Surabaya Utara, termasuk Pasar Atom sebagai ikon perdagangan.

Di sisi lain, tantangan juga datang dari karakter pedagang yang mayoritas merupakan pengelola mandiri dengan usia tidak lagi muda. “Banyak pedagang yang sudah berusia lanjut, bahkan ada yang sampai 70 tahun lebih. Berbeda dengan mal modern yang dikelola secara profesional dengan karyawan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.