Mahasiswa Telkom University Surabaya Kembangkan Platform AI untuk Deteksi Dini Risiko Stunting

oleh -153 Dilihat
telkom university
Melalui platform berbasis web bernama GenystuntCare, masyarakat dapat melakukan deteksi dini risiko stunting secara mandiri hanya melalui ponsel, tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

KabarBaik.co, Surabaya — Upaya pencegahan stunting kini semakin mudah dilakukan seiring hadirnya inovasi digital karya mahasiswa Telkom University Surabaya. Melalui platform berbasis web bernama GenystuntCare, masyarakat dapat melakukan deteksi dini risiko stunting secara mandiri hanya melalui ponsel, tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Inovasi ini dikembangkan oleh Tim Trinova yang terdiri dari Grace (Informatika), Gibran (Informatika), dan Nevia (Bisnis Digital). Platform tersebut merupakan bagian dari partisipasi mereka dalam ajang inovasi sosial 6th Innovillage 2025 di bidang kesehatan.

GenystuntCare memanfaatkan teknologi. Artificial Intelligence (AI) untuk menganalisis data kesehatan pengguna dan memberikan indikasi risiko stunting sejak dini. Berbeda dengan aplikasi kesehatan pada umumnya, layanan ini dapat diakses langsung melalui browser, sehingga lebih praktis dan mudah dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

Platform ini dirancang untuk menjangkau beragam kelompok pengguna, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga orang tua dengan anak usia di bawah lima tahun (balita). Dengan pendekatan tersebut, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat dimulai sejak sebelum masa kehamilan.

“Risiko stunting itu bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial,” ujar Ida, bidan di Pustu Desa Siwalanpanji, Selasa (14/4).

Menurutnya, kondisi ekonomi, pola asuh, hingga tingkat pemahaman gizi keluarga turut memengaruhi potensi terjadinya stunting.

Untuk menggunakan layanan ini, pengguna cukup membuat akun dan mengisi sejumlah data kesehatan dasar. Sistem kemudian akan memproses data tersebut dan memberikan hasil analisis berupa indikasi risiko stunting, disertai edukasi serta rekomendasi pencegahan yang mudah dipahami.

Sebagai bagian dari implementasi, tim mahasiswa telah melakukan uji coba sekaligus sosialisasi kepada masyarakat di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kegiatan tersebut, warga diajak mencoba langsung platform melalui ponsel mereka.

Kepala Desa Siwalanpanji menyambut positif inovasi tersebut. Menurutnya, kemudahan akses menjadi nilai tambah dalam upaya pengendalian stunting yang kini mulai difokuskan sejak tahap calon pengantin.

Melalui GenystuntCare, mahasiswa Telkom University Surabaya berharap dapat meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan masyarakat terkait stunting. Inovasi ini juga menunjukkan peran teknologi digital sebagai solusi praktis dalam mendukung pencegahan stunting di Indonesia.

Dengan akses yang mudah dan pendekatan yang sederhana, masyarakat kini dapat melakukan deteksi awal risiko stunting kapan saja dan dari mana saja, langsung melalui ponsel mereka.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.