Mahasiswi Asal Temanggung Melahirkan di Kos Sendiri, Ditinggal Pacar Sejak Diketahui Hamil

oleh -126 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 22 at 1.24.16 PM
Mahasiswi asal Temanggung yang melahirkan seorang diri di kos (Tangkapan layar)

KabarBaik.co, Surabaya — Sebuah pengakuan memilukan datang dari seorang mahasiswi asal Temanggung, Jawa Tengah, yang melahirkan seorang diri di kamar kosnya di kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya.

Sang mahasiswi mengaku ditinggalkan oleh kekasihnya begitu ia mengetahui kehamilannya. Komunikasi keduanya telah putus sejak Juni 2026.

Cerita pilu ini terungkap saat mahasiswi tersebut berbincang dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan. Percakapan itu terekam dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi Luthfie.

Dalam dialog tersebut, mahasiswi itu menceritakan dari awal menjalin hubungan hingga akhirnya harus menghadapi persalinan seorang diri di perantauan.

Hubungan Hanya Sebulan, Lalu Hilang

Saat ditanya berapa lama ia menjalin hubungan dengan pria tersebut, jawaban sang mahasiswi terdengar singkat namun menyayat hati.

“Pacaran lama?” tanya Luthfie.

“Baru sebulan,” jawab mahasiswi itu pelan.

Hubungan yang singkat itu ternyata berakhir tanpa pamungkas. Begitu kabar kehamilan diketahui, pria tersebut seolah menghilang dari kehidupan perempuan itu.

Ketika ditanya apakah sang pria tahu dirinya hamil dan di mana keberadaannya sekarang, mahasiswi itu mengangguk namun suaranya terdengar pasrah.

“Tau kamu hamil?” tanya Luthfie.

“Udah gak pingin ketemu lagi,” jawabnya.

“Udah ga komunikasi sejak bulan Juni,” tambahnya.

Tak hanya putus kontak, pria itu juga sama sekali tidak membicarakan tanggung jawab atas kehadiran janin yang tumbuh di kandungannya. Komunikasi yang buruk sejak awal membuat persoalan ini semakin terlantar tanpa penyelesaian.

“Terus pertanggungjawabannya gimana?” cecar Luthfie.

“Ngomongin tentang tanggung jawab gitu enggak, nggak komunikatif gitu,” ungkap mahasiswi itu.

Berjuang Sendirian di Kota Orang

Di Surabaya, perempuan muda ini hidup seorang diri. Ia menempati kamar kos di kawasan Gubeng Kertajaya, sementara kedua orang tuanya tetap berada di Temanggung. Jarak yang jauh dan belum tentu orang tua mengetahui keadaan ini membuatnya menanggung beban kehamilan hingga persalinan sendirian tanpa dukungan siapa pun.

“Di sini saya ngekos, orang tua di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Kisah ini menjadi sorotan publik setelah sebelumnya beredar kabar mengenai kelahiran bayi yang tidak tertolong di kamar kos tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih menindaklanjuti kasus tersebut sekaligus memberikan pendampingan kepada mahasiswi yang sedang dalam masa pemulihan ini.

Kisah ini juga menjadi pengingat akan pentingnya tanggung jawab bersama dalam sebuah hubungan, serta perlunya dukungan bagi perempuan yang berada dalam situasi sulit agar tidak menanggung segalanya sendirian. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.