KabarBaik.co, Jakarta – Perum Perum Bulog memaknai Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Hal itu disampaikan dalam pelaksanaan Salat Idul Adha yang digelar di Masjid Al-Balagh, Kompleks Bulog Pos Pengumben, Jakarta Barat, Rabu (27/5).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB tersebut diikuti Direktur Utama Perum Bulog, Direktur SDM dan Transformasi, serta karyawan beserta keluarga yang tinggal di lingkungan kompleks Bulog Pos Pengumben.
Suasana kebersamaan tampak terasa sejak pelaksanaan salat hingga rangkaian silaturahmi yang berlangsung setelah kegiatan ibadah.
Salat Idul Adha dipimpin Ustadz Nasrullah sebagai imam. Sementara khutbah Idul Adha disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dengan tema “Meneladani Qurban untuk Membangun Ketahanan Pangan Umat”.
Dalam khutbahnya, Ahmad Rizal Ramdhani menyebut Idul Adha bukan hanya menjadi peringatan atas keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, tetapi juga momentum refleksi bagi insan Bulog dalam menjalankan tugas menjaga pangan nasional.
“Qurban mengajarkan kita tentang ketaatan total kepada Allah SWT, keikhlasan dalam memberi, dan keberanian untuk berkorban demi kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang sejalan dengan tugas BULOG dalam menjaga ketahanan pangan, memastikan ketersediaan pangan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Ia menegaskan semangat kurban memiliki relevansi kuat dengan peran Bulog sebagai institusi yang menjalankan penugasan negara di bidang pangan.
Menurut dia, nilai pengorbanan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial menjadi fondasi penting bagi insan Bulog dalam memastikan pangan hadir bagi masyarakat secara adil, merata, dan berkelanjutan.
Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama jamaah. Direktur Utama Perum Bulog beserta jajaran juga bersilaturahmi ke rumah-rumah karyawan di lingkungan kompleks Bulog Pos Pengumben hingga menyaksikan penyembelihan hewan kurban.
Pada Idul Adha tahun ini, Perum Bulog menyiapkan 36 ekor sapi dan 20 ekor kambing untuk kurban. Penyembelihan hewan kurban tersebut menjadi agenda rutin tahunan bersama karyawan dan keluarga besar Bulog.
“Selain sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, penyembelihan hewan qurban juga menjadi simbol kepasrahan, pengorbanan, dan kepedulian kepada sesama. Melalui kegiatan ini, Bulog ingin menghadirkan nilai-nilai spiritual yang tidak hanya hidup dalam ibadah, tetapi juga tercermin dalam budaya kerja, pelayanan publik, dan pengabdian perusahaan kepada masyarakat,” tambah Dirut Bulog.
Melalui momentum Idul Adha, Bulog menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui sistem, infrastruktur, dan kebijakan, tetapi juga melalui nilai kemanusiaan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada masyarakat.(*)






